Aturan Pergub, Alasan Polisi Tangkap Wanita yang Pakai Masker Tak Benar Saat di Mobil

Lewat video, seorang wanita bercerita terkena razia karena mengenakan makser tidak benar. Padahal saat itu dia hanya seorang diri di dalam mobil.

Setelah dirazia, wanita itu dibawa ke posko operasi yustisi yang menurutnya suasananya jauh lebih mengkhawatirkan karena tak ada jaga jarak di tengah suasana pandemi Covid-19. Sebagai orang yang sehat, dia malah menjadi khawatir.

“Tadi aku ketangkep gara-gara di mobil sendirian, terus aku karena pengapkan mau bernapas sedikit aku ditangkep dong,” kata wanita di dalam video tersebut yang dilihat pada Rabu (16/9).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan terkait penggunaan masker secara benar untuk semua warga DKI Jakarta sudah dijelaskan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Pasal 4 Nomor 79 Tahun 2020.

“Pasal 4 Pergub 79 2020, kewajiban menggunakan masker yang menutupi hidung mulut dan dagu. Ketika menggunakan kendaraan bermotor,” kata Sambodo saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).

Sambodo menerangkan dalam aturan Pergub tersebut tidak ada pengecualian untuk tidak memakai masker di saat mengendarai mobil sendirian. Sebagaimana posisi yang dialami wanita tersebut.

“Di dalam pergub tersebut tidak disebutkan ada pengecualian apabila menggunakan kendaraan sendirian,” tuturnya.

Kendati demikian, Sambodo mengatakan atas kejadian ini pihaknya akan melakukan evaluasi untuk ke depannya. Sebab menurutnya, petugas hanya menjalankan aturan yang berlaku.

“Tapi ke depan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kami melaksanakan perintah undang undang Pasal 4 ayat 1 huruf a,” jelas dia.

Aturan dalam Pergub

Untuk diketahui, mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam menangani Covid-19 di DKI Jakarta. Pada Pasal 14 ayat 4 dijelaskan pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi juga diwajibkan mengikuti ketentuan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Menggunakan masker di dalam kendaraan,” demikian dikutip Kamis (17/9).

Lalu bagaimana sanksi bagi mereka yang melanggar?

Tertulis dalam Pergub 79 Tahun tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukuman Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Dalam Pasal 4 ayat 1 dijelaskan setiap orang yang berada di Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan perlindungan kesehatan individu dengan cara menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu ketika berada di luar rumah, berinteraksi dengan orang lain atau menaiki kendaraan.

“Menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut dan dagu.”

Kemudian pada Pasal 5 ayat 1 dijelaskan mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker sesuai aturan pada pasal sebelumnya akan dikenakan sanksi.

“Setiap orang yang tidak menggunakan masker sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a dikenakan sanksi
kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan
mengenakan rompi selama 60 (enam puluh) menit atau
denda administratif paling banyak sebesar Rp250.000 (dua
ratus lima puluh ribu rupiah ),” bunyi Pasal 5 ayat 1.

Sedangkan pada Pasal 5 ayat 2 dikatakan bagi mereka yang melakukan pelanggaran berulang akan dikenakan sanksi kerja sosial atau denda administratif dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pelanggaran berulang 1 (satu) kali dikenakan kerja sosial
membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 (seratus delapan puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah)

b. Pelanggaran berulang 2 (dua) kali dikenakan kerja sosial
membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 180 (seratus delapan puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

c. Pelanggaran berulang 3 (tiga) kali dan seterusnya dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 240 (dua ratus empat puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

[lia]

Baca Selanjutnya: Aturan dalam Pergub…

Halaman

  • 1
  • 2