Asli RI Siap Dukung Transformasi Digital Industri Asuransi

PT Asli Rancangan Indonesia (Asli RI) menyatakan siap menjadi enabler supporting dalam proses transformasi digital bagi perusahaan sektor jasa keuangan, khususnya perusahaan di industri asuransi .

Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris Asli RI, Robert Rompas, dalam acara Insurance Webinar bertajuk Ekspektasi Dunia Usaha terhadap Industri Asuransi.

“Masa pandemi Covid-19 membuat aktivitas bisnis yang dilakukan secara tatap muka tidak diperbolehkan, sehingga proses tersebut harus dilakukan secara daring. Oleh karena itu, transformasi digital menjadi kewajiban untuk memastikan bisnis terus berjalan,” jelas Robert dalam keterangannya kepada , Selasa (24/11/2020).

BACA JUGA

Rapindo Manfaatkan Sistem Biometrik E-KYC Asli RI

Di luar faktor pandemi, kata Robert, perilaku masyarakat juga sudah mulai bergeser dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam beraktivitas. “Dulu orang ingin membuka tabungan atau mengajukan pinjaman harus ke bank, sekarang mulai ditinggalkan. Sekarang sudah menggunakan teknologi dalam hal melakukan akuisisi terhadap calon nasabah atau onboarding new client,” ujarnya.

Onboarding new client ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang memanfaatkan sarana ataupun device yang dimiliki oleh calon nasabah seperti smartphone yang dilengkapi dengan kamera.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, jelas Robert, Asli RI menghadirkan teknologi onboarding secara digital, yakni pengenalan atau verifikasi terhadap calon nasabah dilakukan secara real-time dengan hanya memberikan gambar wajah atau face recognition yang akan dikaitkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga identitas calon nasabah dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA

Asli RI Luncurkan Solusi Biometric Digital Onboarding

“Untuk mengetahui calon nasabah bukan orang lain, kami juga mempersiapkan teknologi pendukung yaitu liveness movement test yaitu kami memberikan instruksi kepada calon nasabah yang harus diikuti. Sehingga, kita bisa meyakini calon nasabah tersebut adalah manusia bukan gambar,” jelasnya.

Robert menerangkan, teknologi tersebut dapat digunakan baik untuk pembukaan rekening atau mengajukan klaim sehingga dapat diimplementasikan terhadap produk-produk asuransi. “Teknologi kami ini, benar-benar untuk mendukung teknologi onboarding maupun klaim untuk memastikan orang yang melakuka n onboarding dan klaim adalah orang yang sama,” terangnya.

Lebih lanjut, Robert memaparkan, Asli RI dalam waktu dekat akan meluncurkan produk digital signature yang dapat menggantikan tanda tangan basah. “Peraturannya sudah diatur oleh Kemkominfo sehingga dapat digunakan untuk akuisisi dan hal lain dalam rangka bertransaksi antara nasabah dan lembaga jasa keuangan ,” paparnya.

BACA JUGA

Perusahaan AI Lokal Ini Bidik Sektor Keuangan

Terkait transaksi di lembaga jasa keuangan dalam hal ini perbankan, Robert meminta Bank Indonesia (BI) untuk meninjau peraturan terkait penggunaan tanda tangan basah seiring dengan perkembangan teknologi digital signature .

“Karena teknologi sudah tersedia dan provider juga tersedia. Jadi saat ini perusahaan di Indonesia sudah mampu untuk melakukan transformasi bisnis dari konvensional menuju bisnis berbasis digital. Teknologi di Indonesia tidak kalah dengan teknologi dari negara luar, tinggal dikolaborasikan dengan produk yang ada di asuransi baik jiwa maupun umum,” tegasnya.

Robert menambahkan, teknologi yang dimiliki Asli RI bisa digunakan secara simpel karena tidak memerlukan investasi apapun dari sisi lembaga jasa keuangan, tetapi tinggal mengintegrasikan dengan sistem yang sudah dimiliki. “Cara mengintegrasikan sistem kami cukup 1 hari hingga 2 hari,” tambahnya.

Sejauh ini, terang Robert, Asli RI telah mendukung sejumlah bank, multifinance , perusahaan asuransi, dan perusahaan aggregator dalam melakukan transformasi digital. “Kami siap menjadi enabler supporting bagi perusahaan yang mau bertransformasi dari bisnis konvensional ke bisnis yang berbasis digital,” pungkasnya.

Berita terkait: