Asisten Pelatih PSIS Usulkan Kepastian Nasib Shopee Liga 1 2020 Ditentukan Segera

Bola.com, Semarang – Asisten pelatih PSIS Semarang , Imran Nahumamury, turut angkat bicara mengenai lanjutan Shopee Liga 1 2020 yang penuh dengan ketidakpastian. Kepolisian masih belum memberikan izin kepada PT Liga Indonesia Baru untuk menggelar kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu.

Sementara itu, seluruh klub, termasuk PSIS Semarang , sepakat agar kompetisi musim 2020 tetap berlanjut. Menurut mantan pemain Persija Jakarta itu, alangkah baik jika PSSI dan PT LIB lebih dulu meyakinkan pemerintah untuk mendapatkan rekomendasi pertandingan.

“Mengapa mereka tidak berkomunikasi terlebih dulu dengan pemerintah, dalam hal ini kepolisian, baru setelah itu mereka melakukan managers meeting,” ungkap Imran Nahumarury, Jumat (16/10/2020).

“Kalau bisa secepatnya diputuskan. Kalau memang kompetisi berjalan atau harus berhenti, harus segera diputuskan secepatnya. Bagaimanapun ini sangat berpengaruh ke psikologis pemain,” lanjutnya.

Semua klub Shopee Liga 1 2020 sepakat agar kompetisi berjalan kembali pada 1 November mendatang. Namun, setelah kepolisian tetap bersikukuh untuk tidak memberikan izin, PSSI menghormatinya dan kemungkinan menggelar kompetisi selambat-lambatnya pada awal Januari 2021.

“Intinya semua pihak punya maksud dan tujuan yang baik. Dalam hal ini PSSI sudah bekerja keras meyakinkan bahwa kompetisi bisa berjalan. Namun, kembali lagi yang memiliki wewenang adalah pemerintah,” lanjut asisten pelatih PSIS Semarang itu.

PSIS Masih Libur

_Ilustrasi_Logo
PSIS Semarang – Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Sementara itu, skuat PSIS Semarang masih mendapatkan jatah libur hingga waktu yang belum ditentukan.

Meski masih libur dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, Laskar Mahesa jenar diharapkan tetap menjaga kondisi dengan baik untuk mengantisipasi kelanjutan kompetisi.

“Dengan belum pastinya kompetisi, kami berharap pemain tetap menjaga kondisi. Sewaktu-waktu dipanggil harus siap. Kami siap untuk mengambil risiko jika persiapan mepet,” ujar General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto.

Video

Berita terkait: