Anies: Vaksinasi Covid-19 Perlu Dipandang sebagai Insentif Ekonomi di Tengah Pandemi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program vaksinasi Covid-19 perlu dipandang sebagai insentif ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

Menurut Anies, program vaksinasi Covid-19 bukan sekadar menyelesaikan masalah kesehatan, tetapi juga mengatasi krisis ekonomi.

“Kami merasa pemberesan ini, lewat vaksin itu harus dipandang sebagai insentif ekonomi juga seperti kalau kita memberikan insentif ekonomi yang lain,” ujar Anies dalam acara Talk Show Leadership Forum yang disiarkan BeritasatuTV, Selasa (23/2/2021).

Pihaknya, kata Anies, menyadari bahwa krisis ekonomi saat ini, bukan semata-mata disebabkan karena salah hitung, salah investasi atau salah proyeksi di dalam perencanaan pembangunan ekonomi. Penyebab utama, kata Anies, karena interaksi berhenti, padahal interaksi menghasilkan transaksi, lalu transaksi menghasilkan nilai tambah.

BACA JUGA

Raih “Beritasatu Public Leader Awards”, Anies Persembahkan untuk Jajaran

“Nilai tambah itulah yang menciptakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan perekonomian. Jadi, kami melihat bahwa ikhtiar untuk merangsang pertumbuhan ekonomi harus seiring dengan pemberesan masalah Covidnya secara serius,” tandas Anies.

Solusi
Karena itu, kata Anies, program vaksinasi Covid-19 tidak boleh dipandang semata-semata solusi atas masalah kesehatan. Vaksinasi, kata dia, adalah investasi untuk membuat transaksi berjalan.

“Kalau dulu kita inves itu memberikan insentif, memberikan bantuan agar roda perekonomian bergerak. Ini sekarang vaksinasi, kita lihat datanya di Eropa, lihat datanya di Amerika, ini (vaksin) punya efek yang sangat positif terhadap kegiatan perekonomian. Jadi, saya malah melihat penting ini kita tuntaskan dengan cepat, karena ini bisa membantu membuat transaksi bisa berjalan,” jelas Anies.

BACA JUGA

M Nuh: “Beritasatu Public Leader Awards” Bangun Tradisi Positif di Masyarakat

Anies mengungkapkan, jika vaksinasi Covid-19 berhasil menciptakan herd immunity, maka interaksi pun akan berjalan dengan lancar. Dengan adanya interaksi, maka transaksi berjalan yang akan menghasilkan nilah tambah yang pada akhirnya berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi, penting sekali kita punya strategi panjang, vaksinasi perlu dipandang sebagai salah satu penggerak untuk bisa ada interaksi dan bisa ada transaksi sehingga muncul pergerakan roda perekonomian,” pungkas Anies.

Berita terkait: