Angka Prevalensi Hepatitis B di Indonesia Masih Tinggi

Dalam rangka hari Hepatitis Sedunia, Kalbe mengajak masyarakat untuk mendeteksi dini Hepatitis B. Hal itu sangat penting, mengingat angka prevalensi Hepatitis B di Indonesia masih sangat tinggi.

Pharma Marketing Director PT Kalbe Farma Tbk, Ridwan Ong mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam meningkatkan kesehatan untuk hidup yang lebih baik untuk seluruh masyarakat salah satunya upaya pencegahan penyakit hepatitis B. Hal ini sejalan dengan program pengendalian Hepatitis yang dilakukan oleh pemerintah.

“Selain itu melalui jaringan Kalbe Grup yaitu KALCare dan Kalgen Innolab memberikan rapid test HBsAg (deteksi dini Hepatitis B) secara gratis kepada pengunjung outlet KALCAre di seluruh Jabodetabek dan pasien home care pemeriksaan Kalgen Innolab. Untuk periode 25 Juli-2 Agustus 2020,” ungkap Ridwan di sela webinar Kalbe, Senin (27/7/2020).

Direktur Pencegahan dan Pengenalan Penyakit Menular Langsung Dijen P2P Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Wiendra Waworuntu MKes menyebutkan, masalah hepatitis di Indonesia masih cukup besar, sedangkan jenis hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah Hepatitis B.

“Program nasional dalam pencegahan dan pengendalian virus Hepatitis B saat ini fokus pada pencegahan penularan ibu ke anak karena sekitar 95 persen penularan Hepatitis B adalah secara vertikal yaitu dari ibu yang positif Hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya. Untuk itu kami sangat menekankan kepada seluruh masyarakat agar melakukan deteksi dini Hepatitis B,” tegas Wiendra.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Dr dr Andri S Sulaiman SpPD-KGEH FINASIM memaparkan, angka penderita penyakit hepatitis B di Indonesia masih terbilang tinggi untuk itu perlu dilakukan upaya pengendalian oleh semua pihak masyarakat.

“Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, menyerang organ hati hingga menimbulkan penyakit akut dan kronis. Cara terbaik untuk diagnosis hepatitis B adalah melakukan tes darah. Jika seseorang tidak terinfeksi, diharapkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis. Namun jika terinfeksi, maka bisa menjalani pengobatan,” tandas Andri.

Berita terkait: