Anggota DPR Dukung Peneliti UGM Produksi Alat Medis Covid-19

Anggota Komisi IX DPR Abidin Fikri mendukung penuh upaya peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan berbagai peralatan medis bagi penderita Covid-19 . Hal ini diungkapkan Abidin saat mengikuti kunjungan kerja Komisi IX DPR ke DI Yogyakarta, Jumat lalu (17/7/2020). 

Dirinya menuturkan, Komisi IX mengunjungi UGM untuk melihat secara langsung hasil penelitian alat medis yang dapat digunakan bagi pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit dalam negeri. 

“Kami ingin memastikan apakah ventilator dan berbagai produk hasil penelitian tersebut bisa diproduksi secara massal. Karena sebagaimana diketahui, berbagai rumah sakit kekurangan alat bantu nafas tersebut,” ujar Abidin.

Baca juga:  Dosen UGM Temukan Radiografi Digital Pendeteksi Covid-19

Pada kesempatan itu, Komisi IX DPR mendapat penjelasan bahwa para peneliti UGM siap untuk memproduksi hasil penemuannya tersebut. Namun, dukungan anggaran dari pemerintah dinyatakan belum memadai.

“Kami mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran terhadap penelitian di UGM. Percuma saja penelitian jika tidak didukung oleh anggaran yang memadai. Hal tersebut tidak akan berjalan dengan baik,” jelas Abidin.

“Kami juga akan memastikan bahwa ke depan penelitian-penelitian di bidang kesehatan yang dilakukan oleh peneliti Indonesia termasuk dari berbagai universitas harus didukung dengan anggaran yang memadai melalui Kemristek/BRIN serta Kementerian Kesehatan (Kemkes),” tambahnya.

Kemkes juga diharapkan dapat menggunakan produk-produk hasil peneliti UGM dan universitas lainnya dibandingkan dengan produk impor.

Abidin mengatakan, peneliti UGM dan universitas lainnya juga perlu melakukan riset vaksin Covid-19. Selama vaksin belum ditemukan, Indonesia dan negara lainnya masih dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Jika kemudian peneliti peneliti dari UGM serta berbagai universitas dan lembaga riset lainnya melakukan penelitian terkait vaksin Covid-19 secara bersama-sama, yang tentunya dibiayai oleh pemerintah, saya kira para ahli dan peneliti dapat hasil penelitian yang lebih komprehensif,” pungkasnya.

Berita terkait: