Anak Sulung Sultan Oman Jadi Putra Mahkota Pertama

Dhi Yazan bin Haitham, anak tertua Sultan Haitham, menjadi putra mahkota pertama dalam sejarah negara Oman pada Selasa (12/1). Penobatan ketika negara Teluk menerbitkan “hukum dasar” baru yang menetapkan garis suksesi.

Pada Senin (11/1), Sultan Haitham bin Tariq Al Said mengeluarkan dekrit yang menetapkan “mekanisme khusus dan stabil” untuk suksesi, yang mengatur pengangkatan putra mahkota untuk pertama kalinya.

Pengumuman pada Selasa (12/1), yang dilakukan melalui akun Twitter dari kantor komunikasi pemerintah, tidak menyebutkan nama putra mahkota. Namun putra sulung Sultan Haitham adalah Dhi Yazan bin Haitham, yang saat ini menjabat sebagai menteri kebudayaan, olahraga, dan pemuda.

Sebagai putra sulung Sultan Haitham, Dhi Yazan bin Haitham berada di urutan pertama untuk menggantikan ayahnya di bawah ‘hukum fundamental’ baru.

Berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Dasar yang baru, takhta sultan “diteruskan kepada anak tertua dari anak laki-lakinya, kemudian kepada anak laki-laki yang tertua, dan seterusnya”.

Sultan Haitham naik takhta Januari lalu setelah kematian sepupunya Sultan Qaboos bin Said Al Said, yang tidak memiliki anak dan tidak menunjuk penerus secara terbuka selama 49 tahun pemerintahannya.

Berita terkait: