Alur Adalah Rangkaian Peristiwa yang Menggerakkan, Kenali Macam & Unsurnya

Alur adalah rangkaian cerita dari sebuah buku, film, atau drama. Alur menjadi pengiring ceritanya dan cara mengembangkan imajinasi yang disajikan. Melalui lika-liku kejutan dalam alur cerita, menjadi kekuatan terbesar dari film atau drama. Banyak yang menyebut alur adalah plot cerita.

Meski begitu, tak sedikit pula yang membedakan plot dengan alur. Karena tak ada narasi dan dialog yang dicantumkan dalam alur. Terdapat kronologis dalam alur yang menyusun jalannya cerita, baik alur maju, kilas balik atau gabungan keduanya.

Penuturan sebuah karya, baik yang berbasis fiksi maupun nonfiksi. Untaian naratif yang dialami oleh setiap karakter atau kumpulan karakter dalam sebuah karya fiksi. Alur akan membuat para penikmat cerita, ikut terbawa suasana memahami perjalanan emosi yang tertuang.

Memahami alur adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan ini, menjadi penting. Terutama bagi pelajar, atau Anda yang berkutat di pekerjaan seni. Imajinasi dan menuangkan emosi dengan susunan yang rapi, akan menciptakan sebuah karya yang indah.

Berikut pendalaman mengenai alur adalah peristiwa yang menggerakkan, beserta macam dan unsurnya.

Alur Adalah

Menurut kamus Collegiate Merriam Webster edisi 11, mengatakan alur adalah plot cerita atau drama. Sementara kamus COBUILD Collin mengatakan, alur adalah cerita dari sebuah buku, film, atau drama dan cara perkembangannya.

Dilansir dari Dosen Pendidikan , alur adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam cerita, yang disusun secara kronologis. Alur sebagai pengatur segala tindakan yang berkaitan satu sama lain. Di mana peristiwanya saling bertautan serta menggambarkan peran di dalamnya yang membentuk kesatuan.

Pengertian Alur Menurut Para Ahli

l ilustrasi membaca buku

Shutterstock/Dudarev Mikhail

Rusyana

Alur bukan sekadar urutan cerita dari A sampai Z. Melainkan, alur adalah hubungan sebab-akibat peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain di dalam cerita.

Aminudin

Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa. Sehingga menjalani suatu cerita bisa berbentuk dalam rangkaian peristiwa yang berbagai macam. Alur atau Plot ialah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah interelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian-bagian dari keseluruhan fiksi semi.

Stanton “Dalam Nurgiyantoro”

Plot atau alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian. Namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.

Foster “Dalam Tuloli 2000”

Plot atau alur adalah rentetan peristiwa dalam suatu fiksi, baik novel atau cerpen. Tersusun dalam uraian waktu dan berdasarkan hukum sebab akibat. Plot sama dengan kerangka cerita yang menjadi susunan struktur cerita.

Perbedaan Alur dan Plot

Memahami perbedaan alur dengan plot. Dikutip dari Stack Exchange , sebuah ‘plot’ biasanya dipikirkan sebelumnya, di mana B mengikuti A, yang mengarah ke beberapa ketegangan atau klimaks. Sedangkan ‘alur cerita’ tidak harus memiliki ketegangan yang nyata. Anda bisa memiliki alur cerita tentang aktivitas sehari-hari Anda dengan duduk di kantor, tapi tidak ada plot nyata untuk itu.

Macam-Macam Alur

Terdapat beberapa jenis alur yang sering digunakan penulisan cerita fiksi. Sejatinya ada 13 macam alur, namun yang sering dijumpai ialah alur progresif, alur flashback , dan alur campuran. Berikut macam-macam alur:

ilustrasi filmpexels.com

1. Alur Maju “Progesi”

Alur progresif atau alur maju sangat cocok bagi penulis pemula. Karena lebih mudah dan sesuai dengan kronologi cerita serta tak terlalu berat dalam menyusun transisi waktu. Beri sentuhan peristiwa mengejutkan tak terduga, untuk menjadi bumbu penasaran.

Alur maju memiliki klimaks di tengah cerita. Peristiwa yang berjalan teratur dan berurutan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir. Disebut pula alur krognitif, dengan tahapan: awal, perumitan, klimaks, antiklimaks, akhir.

2. Alur Mundur “Regresi”

Alur mundur regresi, harus memerhatikan transisi waktu serta punya latar belakang konflik yang kuat. Alur yang menceritakan tentang masa lampau dan menunjukkan klimaks di awal. Menariknya alur mundur, seakan ada rahasia besar yang ingin diungkap.

Disusun tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian, dari awal sampai akhir. Disebut pula sebagai alur tak krognitif, dengan tahapan: akhir, antiklimaks, klimaks, peruwitan, awal.

009 siti rutmawati©www.zmescience.com

3. Alur Sorot Balik “Flashback”

Sesuai dengan namanya, alur sorot balik, akan membawa Anda masuk ke akhir cerita dan setelah itu kembali ke awal cerita. Pengarang bisa memulai peristiwa dari klimaks. Kemudian kembali ke awal cerita menuju akhir. Tahapannya: klimaks, antiklimaks, akhir, peruwitan, awal.

4. Alur Campuran “Maju-Mundur”

Macam alur selanjutnya, menggabungkan alur maju dan mundur. Alur yang diawali klimaks, kemudian melihat lagi masa lampau, dan dilanjutkan sampai pada penyelesaian. Menceritakan banyak tokoh utama, sehingga cerita yang satu belum selesai kembali ke awal untuk menceritakan tokoh lain. Disebut juga alur maju-mundur, tahapan: klimaks, peruwitan, awal, antiklimaks, penyelesaian.

5. Alur Klimaks

6. Alur Antiklimaks

7. Alur Kronologis

8. Alur Tunggal

9. Alur Ganda

10. Alur Berdasarkan Kepadatan atau Kualitatif

11. Alur Erat

12. Alur Longgar

13. Alur Menanjak

Unsur-Unsur Alur

ilustrasi membaca buku©Pixabay

Pengenalan Cerita

Bagian ini seorang pengarang akan memperkenalkan tokoh utama. Menata adegan cerita dan hubungan antar tokoh yang ada.

Awal Konflik

Bagian selanjutnya pengarang atau pembuat cerita akan memunculkan kejadian-kejadian, yang bisa menimbulkan permasalahan.

Menuju Konflik

Pengarang akan meningkatkan permasalahan yang dialami oleh tokoh. Momen yang paling menegangkan dan ditunggu-tunggu.

Konflik Memuncak atau Klimaks

Klimaks merupakan puncak permasalahan yang dihadapi oleh tokoh. Pada bagian ini pula, tokoh dalam cerita akan dihadapkan dalam penentuan akhir yang akan dialaminya. Baik itu keberhasilan atau kegagalan, biasanya menjadi penentu nasib tokoh.

Penyelesaian atau Ending

Akhir cerita tertuang di pada bagian ini. Menjelaskan bagaimana nasib tokoh dalam cerita tersebut, apakah berakhir bahagia, buruk atau menggantung.

Berita terkait: