Alexei Navalny Siap Pulang ke Rusia Walaupun Terancam Dipenjara

Tokoh oposisi Rusia, Alaxei Navalny, menyampaikan dia berencana pulang ke Rusia pekan depan walaupun pihak berwenang mengancam akan kembali menjebloskannya ke penjara. Navalny, yang merupakan pengkritik keras Kremlin ini masih berada di Jerman, menjalani proses pemulihan setelah diracun menggunakan racun saraf pada Agustus lalu.

Navalny menyalahkan Kremlin atas upaya pembunuhan tersebut. Dia juga menuding Presiden Rusia, Vladimir Putin saat ini mencoba menghalanginya untuk kembali ke Rusia dengan tindakan legal.

Kremlin berulang kali membantah meracun Navalny.

“Putin menegakkan langkahnya meminta dilakukan segala cara agar saya tidak pulang,” kata Navalny di akun Instagramnya pada Rabu saat mengumumkan rencana kepulangannya ke Rusia.

“Orang-orang yang berusaha membunuh saya terancam karena saya masih hidup dan sekarang mereka mengancam memenjarakan saya,” lanjutnya, dikutip dari France 24, Kamis (14/1).

Navalny mengatakan dia akan terbang dari Jerman pada Minggu.

Akhir Desember, Badan Lembaga Pemasyarakatan Federal memperingatkan Navalny dia terancam dipenjara jika dia gagal melaporkan dengan segera ke lembaga tersebut berkaitan dengan penundaan penahanannya setelah dia divonis pada 2014 terkait kasus penggelapan dan pencucian uang. Navalny membantah terlibat dalam kasus itu dan menyebutnya bermotif politis.

Sebelum tahun baru, badan penyelidikan utama Rusia menyelidiki Navalny atas kasus penipuan skala besar berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana amal pribadi sebesar USD 5 juta untuk Yayasan Anti Korupsi dan organisasi lainnya yang ia bentuk. Navalny membantah tuduhan ini dan menyebutnya dibuat-buat.

“Mereka melakukan segala cara untuk menakut-nakuti saya,” ujarnya melalui video di Instagramnya.

Padahal, menurutnya Putin hanya ingin memintanya agar jangan kembali ke Rusia.

Juru bicara pemerintah Jerman, Ulrike Demmer mengatakan Berlin mengetahui rencana Navalny, tapi tak menjawab pertanyaan terkait risiko yang dia hadapi.

“Saya hanya bisa menambahkan bahwa Bapak Navalny bebas membuat keputusan dan kami senang dia telah pulih setelah serangan terhadapnya,” jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Maria Adebahr.

Navalny jatuh koma saat berada dalam pesawat penerbangan domestik yang terbang dari Siberia ke Moskow pada 20 Agustus 2020. Dia dipindahkan dari sebuah rumah sakit di Siberia ke rumah sakit di Berlin dua hari kemudian.

Baca juga:
Rusia Ultimatum Alexei Navalny Segera Melaporkan Diri ke Moskow atau Dipenjara
Racun Saraf yang Hampir Bunuh Alaxei Navalny Ditaruh di Celana Dalam
Tokoh Oposisi Alexei Navalny Tuding Presiden Putin Berada di Balik Peracunan Dirinya
Menlu AS Sebut Ada Dugaan Kuat Keterlibatan Pejabat Rusia di Balik Peracunan Navalny
Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Mulai Sadar Dari Koma Setelah Diduga Diracun
Rusia Minta Jerman Berikan Rincian Uji Racun Novichok yang Dilakukan Terhadap Navalny
Hasil Tes Temukan Zat Kimia Novichok Racuni Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny

Berita terkait: