Akhyar Singgung Jokowi, Bobby Ungkit Korupsi di Medan

Dua pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution-Salman Al Farisi dan Bobby Nasution- Aulia Rachman, menjalani debat kedua di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (21/10) malam. Debat kali ini membahas peningkatan pelayanan publik dan menjawab persoalan daerah.

Paslon nomor urut 1 sama-sama mengenakan kemeja putih, Akhyar mengenakan dipadupadankan dengan aksesori etnis Minangkabau, sedangkan Salman mengenakan blangkon dan kain batik . Sementara paslon nomor urut 2, Bobby dan Aulia, seperti debat sebelumnya, tetap kompak mengenakan setelan celana dan jaket denim dengan baju kaos putih di dalam.

Pada debat, Akhyar-Salman umumnya memaparkan sejumlah pencapaian Pemkot Medan selama Akhyar menjadi wakil wali kota. Di antara pencapaian yang disebutkan di antaranya mengenai perbaikan pelayanan publik, jalan dan drainase, serta digitalisasi pelayanan.

Sementara Bobby-Aulia justru mempersoalkan sejumlah masalah sosial untuk menyerang petahana, dalam hal ini Akhyar yang sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota lalu Plt Wali Kota Medan . Pasangan ini menyoroti masalah sampah, banjir, jalan berlubang, hingga indeks persepsi korupsi . Mereka juga berulang kali mempersoalkan transparansi anggaran.

Seperti debat sebelumnya, kedua paslon baru terlihat beradu argumen saat segmen kelima yakni sesi tanya-jawab antarpaslon. Diawali Akhyar dengan mempertanyakan data Bobby soal anggaran Pemkot Medan. Menurutnya, data itu tidak sesuai dengan kenyataan.

debat kedua pilkada medan

©2020 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Sementara Bobby-Aulia berulang kali mempertanyakan alasan dihentikannya program Medan Clean Track, aplikasi untuk mengontrol armada kebersihan. Namun, hingga debat usai Akhyar-Salman tidak menjawab pertanyaan ini.

Pasangan Akhyar beberapa kali membalik serangan ke arah mereka dengan menyebut akar persoalan itu ada di pemerintah pusat. Misalnya saat saling adu argumentasi soal penanganan banjir rob di Medan Utara, Akhyar mengatakan, koordinasi dengan Kementerian PUPR sudah dilakukan sejak 2013.

“Bahkan Pak Wali Kota saat masih Pak Dzulmi Eldin pada 2016 langsung menjumpai Presiden Jokowi di Binjai, namun sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ucap Akhyar.

Sementara Bobby membalas pernyataan itu, dengan menyatakan pemerintah pusat pasti akan mengucurkan anggaran jika yakin dana itu tidak dikorupsi.

“Bersihkan dulu korupsinya, dapat uang itu banyak, bantuan-bantuan itu banyak,” ucap menantu Presiden Joko Widodo ini.

Gaji Dokter

Hal serupa juga terjadi saat Aulia sempat mencecar paslon nomor urut 1 mengenai honor pegawai RSUD Pirngadi yang tertunggak.

“Kenapa penggajian mereka bisa tertunda dan dan kenapa dokter-dokter yang ada di RS Pirngadi tersebut bisa keluar?” tanyanya.

Akhyar tidak membantah beberapa kali keterlambatan pembayaran honor di RSUD Pirngadi Medan, namun dia menyalahkan lambatnya pencairan klaim BPJS.

debat kedua pilkada medan

©2020 Merdeka.com/yan muhardiansyah

“Karena memang pembayaran dari BPJSnya tertunda sekian lama. Karena salah satu pendapatan RS Pirngadi adalah dari BPJS. Kita minta BPJS jangan menyulitkan tidak berbelit-belit membayar klaim seluruh rumah sakit,” jawabnya.

Namun Aulia menuding kondisi itu terjadi karena manajemen yang buruk, karena pemimpin di kota ini tidak tahu apa yang terjadi pada anak buahnya.

“Terjadi perselisihan antara Dinas Kesehatan dengan Direktur RS Pirngadi ini yang menjadi penyebab keterlambatan,” paparnya.

Kedua pasangan akan melakoni tiga kali debat Pilkada Medan . Debat perdana berlangsung di lokasi yang sama pada Sabtu (7/11). Sementara debat ketiga akan berlangsung 5 Desember 2020.

Berita terkait: