660 Juta Penduduk Dunia Alami Kelaparan

Impact Measurement and Management Consultant at UNDP, Cindy Colondam menyebut isu ketahanan pangan menjadi permasalahan yang sangat penting untuk ditangani. Apalagi, menurut laporan Food Security And Nutrition In The World hampir 660 juta orang mengalami kelaparan.

“Dan itu hampir setara dengan total jumlah penduduk di benua negara Eropa itu sendiri,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta , Minggu (18/10).

Dia menekankan, jika terus menerus dibiarkan maka dalam lima tahun jumlah orang kelaparan bisa meningkat sebanyak 60 juta orang lagi. Mempertimbangkan orang yang telah kena dampak kerawanan pangan, diperkirakan 2 miliar orang di dunia bahkan tidak memiliki akses untuk mendapatkan makanan bergizi pada tahun 201.

“Dan ini juga setara hampir seperempat dari jumlah penduduk dunia,” imbuh dia.

Dia menambahkan, dengan adanya pandemi Covid-19, jumlah orang kekurangan gizi juga diperkirakan dapat menambah antara 83 juta hingga 132 juta orang. Hal ini tidak lepas dari banyaknya tantangan di Indonesia mengenai ketahanan pangan.

Salah satunya kendala sumber daya alam dampak perubahan iklim global dan juga ketidakseimbangan produksi pangan antar wilayah. Misalnya saja di Nusa Manggala. Menurutnya di daerah tersebut terdapat delapan pulau terluar di Indonesia dan beberapa kepulauan di situ masih bergantung sekali kepada pengiriman beras bersubsidi dari pemerintah.

“Tetapi karena keterbatasan infrastruktur dan cuaca yang tidak bisa diprediksi sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim sering sekali pengiriman tersebut terlambat. Dan teman-teman bisa lihat bahwa isu perubahan iklim itu sangat mempengaruhi ketahanan pangan apalagi kalau kita bisa lihat satu pulau di mana Kalau kita lihat satu negara,” tandas dia.

Berita terkait: