6 Tips Mencapai Kebebasan Finansial untuk Milenial

Pandemi Covid-19 menyadarkan masyarakat, terutama kaum milenial, untuk siap menghadapi berbagai risiko di masa depan. Pandemi menjadi poin penting terhadap kesadaran atas kesiapan finansial seseorang.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang goyah keuangannya, bahkan negara adidaya sekelas Amerika Serikat ternyata banyak penduduknya yang tidak siap menghadapi situasi darurat. Sekitar 40% orang Amerika tidak memiliki uang untuk berjaga-jaga meski hanya US$ 400, utang kartu kredit mencapai titik tertinggi, setengah dari penduduk Amerika tidak bisa berharap uang pensiun, dan dua per tiga penduduknya tidak lulus tes literasi keuangan tipe dasar.

“PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta diperketat, pandemi sudah mengubah cara hidup dari berbagai hal. Tetapi, literasi keuangan tidak boleh ketinggalan, justru semakin penting belajar dari pandemi Covid. Di mana, banyak yang tidak paham dan tidak siap menghadapi situasi ini,” ujarnya dalam keynote speech Literasi Keuangan Goes to Campus dengan topik Merencanakan Financial Freedom Untuk Milenial, yang diselenggarakan BeritaSatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank BRI dan BRI Life melalui webinar , Selasa (15/9/2020).

BACA JUGA

Imbas Pandemi, Penghasilan Gig Worker Terjun Bebas

Tirta menjelaskan, literasi keuangan bagi milenial dianggap penting, setidaknya karena lima hal berikut. Yakni, milenial merupakan penerus bangsa dan sebagai critical economic players, tingkat literasi keuangan yang rendah baru 38%, lebih rentan secara finansial, tidak mempersiapkan dana darurat, dan waspada investasi ilegal.

Menyikapi itu, OJK berbagai enam tips untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom . Pertama, pahami kondisi keuangan karena kebebasan finansial tidak diukur dari berapa besar pendapatan, melainkan apakah pendapatan itu bisa menutupi segala kebutuhan kita. Kedua, tentukan tujuan keuangan. Ketiga, mencari sumber pendapatan lain. Keempat, menabung dan investasi. Kelima, lunasi utang. Keenam, persiapkan dana darurat.

“Menabung dan investasi dari sekarang. Menabung tidak harus di perbankan dan menabunglah sebelum dibelanjakan. Lalu, bedakan kebutuhan dan keinginan,” tegas Tirta.

BACA JUGA

OJK Siapkan Peta Jalan Keuangan Digital

Namun, sebelum investasi, pastikan perihal legal dan logisnya dari produk yang ditawarkan. Sebab, dalam kondisi pandemi investasi ilegal makin marak. Tercatat hingga 3 Juli 2020 ditemukan 792 investasi ilegal, 2.588 fintech ilegal , dan 93 gadai ilegal. Untuk itu, jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157 (WA 081157157157), email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Berita terkait: