6 Penyebab Hb Tinggi yang Patut Diwaspadai, Salah Satunya Konsumsi Obat Tertentu

Penyebab Hb tinggi acap kali terabaikan oleh sebagian besar masyarakat. Di lain sisi tak muncul gejala yang kentara dari seseorang yang mengalami pelonjakan hemoglobin atau Hb tersebut. Saat hendak donor darah, petugas akan memeriksa kondisi darah dan kesehatan.

Hb tinggi menjadi hal paling penting untuk dipertimbangkan. Apabila kadar hemoglobin terlalu rendah atau tinggi, biasanya petugas akan menolak. Hemoglobin (Hb atau Hgb) merupakan protein dalam sel darah merah, juga berisi zat besi. Fungsinya mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, terutama paru-paru.

Setiap sel darah merah belum tentu memiliki jumlah protein hemoglobin yang sama. Sehingga Hb tinggi bukan berarti jumlah sel darah merah berlebihan pula. Bisa saja memiliki jumlah Hb tinggi saat jumlah sel darah merah dalam kisaran normal.

Hemoglobin berperan penting untuk menjaga bentuk dari sel darah merah. Bentuknya yang sepintas mirip donat, yakni bulat dengan pipih di tengah, namun tidak berlubang. Struktur hemoglobin yang tidak normal, bisa mengubah bentuk sel darah dan menghambat fungsi, serta aliran pembuluh.

Demi menjaga kadar hemoglobin tetap pada batas normal, berikut beberapa penyebab Hb tinggi yang patut diwaspadai.

Kadar Hemoglobin

Setiap orang pasti pernah mengalami kadar hemoglobin rendah atau tinggi, meski tidak terlalu terasa. Melansir dari Hellosehat , kondisi hemoglobin tinggi umumnya terjadi akibat reaksi tubuh saat kadar oksigen turun.

Tubuh secara alami berusaha memasok oksigen lewat Hb. Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti PPOK (penyakit paru obstruksi kronis) dan penyakit jantung bawaan, yang bisa menurunkan kadar oksigen.

Berdasarkan usia serta jenis kelamin, berikut kisaran hemoglobin normal, dikutip dari Medicinenet :

  • Bayi baru lahir: 17 hingga 22 gm/dL
  • Bayi usia satu minggu: 15 hingga 20 gm/dL
  • Bayi usia satu bulan: 11 hingga 15 gm/dL
  • Anak-anak: 11 hingga 13 gm/dL
  • Pria dewasa: 14 hingga 18 gm/dL
  • Wanita dewasa: 12 hingga 16 gm/dL
  • Pria paruh baya: 12.4 hingga 14.9 gm/dL
  • Wanita paruh baya: 11.7 hingga 13.8 gm/dL

Penyebab Hb Tinggi

Biasanya tingkat kadar Hb tinggi tidak berisiko buruk bagi kesehatan. Kendati demikian, orang dengan hemoglobin dalam jumlah tinggi kerap dijumpai pada orang yang tinggal di dataran tinggi.

Dilansir dari Mayoclinic , hemoglobin tinggi terjadi paling sering saat tubuh membutuhkan peningkatan kapasitas pembawa oksigen. Berikut beberapa penyebab Hb tinggi:

1. Merokok

Penyebab Hb tinggi yang pertama berasal dari kebiasaan merokok. Semakin sering merokok, maka semakin tinggi peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh. Sebab dampak dari reaksi tubuh yang berusaha memasok oksigen.

Dikutip dari Hellosehat , saat merokok, hemoglobin bukannya mengambil oksigen yang dibutuhkan tubuh, malah mengikat karbon monoksida yang ada di dalam rokok. Sehingga tubuh merasa panik, memberi sinyal kadar oksigen rendah, karena Hb tak mengikat oksigen (O2).

Respons tubuh secara dari kondisi tersebut akan meningkatkan hemoglobin. Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Tapi terlihat bahwa perokok aktif memiliki rata-rata kadar hemoglobin tinggi, dibanding rata-rata kadar hemoglobin pada perokok pasif.

Mengutip dari Annals of Hematology, demi menghindari lonjakan Hb dari batas normal, sebaiknya mengurangi merokok. Masalah lainnya, hemoglobin bisa kesulitan mendeteksi anemia.

2. Dehidrasi

ilustrasi dehidrasi

Shutterstock/Maridav

Sudah menjadi hal yang tak asing lagi, bila kekurangan cairan tubuh bisa berefek buruk bagi tubuh. Penyebab Hb tinggi selanjutnya akibat dehidrasi. Karena saat tubuh kekurangan cairan, volume plasma darah akan otomatis meningkat.

Semakin banyak plasma darah, maka jumlah hemoglobin di dalamnya kian meningkat. Saat Anda mengalami diare atau keurangan cairan, sebaiknya segera mengonsumsi banyak air. Bila kebutuhan cairan dalam tubuh telah terpenuhi, maka kadar hemoglobin dapat kembali normal.

3. Penyakit Jantung Bawaan

Penyebab Hb tinggi berikutnya dari penyakit jantung bawaan, yakni kelainan yang terjadi pada struktur jantung. Kondisi yang dialami oleh penderita sejak lahir.

Kondisi ini berkembang saat bayi masih dalam kandungan. Banyak kasus terjadi, Hb tinggi yang dialami oleh bayi yang baru lahir. Penyakit yang bisa menyebabkan berbagai gangguan sirkulasi darah.

Akibat Hb tinggi pada bayi ini di antaranya, darah yang mengalir dari paru-paru terlalu banyak, darah yang dialirkan oleh paru-paru terlalu sedikit, atau darah yang mengalir ke seluruh tubuh terlalu sedikit.

Respons alami tubuh akan meningkatkan kadar hemoglobin pada tubuh, sebab berupaya memaksimalkan kadar oksigen dalam darah.

4. Berada di Dataran Tinggi

Kenaikan kadar hemoglobin juga bisa terjadi pada Anda, jika tengah berada di dataran tinggi, seperti di puncak gunung. Saat itu kadar hemoglobin cenderung meningkat karena sel darah merah juga meningkat secara alami.

Hal itu sebagai upaya tubuh untuk mengimbangi asupan oksigen yang semakin terbatas di atas gunung. Semakin tinggi pendakian Anda, maka semakin besar pula kemungkinan penyebab Hb tinggi ikut meningkat.

Tubuh akan secara otomatis mencoba beradaptasi dengan kondisi dan situasi di dataran tinggi. Apabila membiarkan tubuh beristirahat lama di puncak, kadar hemoglobin pada tubuh sedikit demi sedikit kembali berkurang.

5. Mengonsumsi Obat Penambah Hormon

Melansir dari Mayo Clinic , mengatakan bahwa konsumsi obat untuk meningkatkan hormon, bisa memicu peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh, seperti steroid anabolik atau erythropoietin.

Erythropoietin merupakan sejenis obat untuk menambah hormon penyembuh anemia, bagi penderita sakit ginjal. Berfungsi mengatur produksi sel darah merahdi sumsum tulang. Sehingga erythropoietin bisa meningkatkan produksi hemoglobin.

Mengutip dari Hellosehat, para atlet kadang mengonsumsi obat tambah hormon ini untuk menambah kadar oksigen pada otot. Sehingga memaksimalkan performa saat berolahraga.

6. Emfisema

napas

©www.wikihow.com

Penyebab Hb tinggi selanjutnya karena menderita emfisema, yaitu masalah paru-paru yang menyebabkan napas menjadi pendek. Para penderita emfisema umumnya memiliki kantung udara yang mengalami kerusakan.

Seiring berjalannya waktu, dinding bagian dalam dari kantung udara melemah dan membuat lubang besar. Ketika penderita emfisema menghirup udara masuk, kantung udara tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Akhirnya udara yang berada di dalam terjebak dan tidak bisa keluar. Sementara udara baru yang ingin masuk, tidak memiliki ruang. Kondisi yang menyebabkan jumlah oksigen yang sampai di aliran darah jadi berkurang.

Hemoglobin meningkat berusaha merespons secara alami, supaya tubuh tidak kekurangan oksigen.

[kur]

Baca Selanjutnya: Kadar Hemoglobin…

Halaman

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4