468,72 Miliar Kubik Air Belum Dimanfaatkan, Kempupera Targetkan Bangun 75 Bendungan

Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) Airlangga Mardjono mengungkapkan sebanyak 468,72 miliar kubik potensi air per tahun belum dimanfaatkan di Indonesia. Karena itu, Kempupera menargetkan 75 bendungan terbangun hingga tahun 2024.

“Untuk menyikapi ini, kita terus membangun infrastruktur penampung air supaya bisa memanfaatkan potensi air yang masih sebanyak ini,” ucap Airlangga secara virtual, Kamis (8/5/2021).

Ia menduga, potensi air yang belum termanfaatkan tersebut merupakan salah satu penyebab bencana banjir yang terjadi selama ini. Jika dianalogikan, untuk mampu memanfaatkan potensi air tersebut dibutuhkan sekitar 468 bendungan sebesar Bendungan Jatigede berkapasitas tampung 1 miliar kubik.

BACA JUGA

Kempupera Targetkan 75 Bendungan pada 2024, Ini Fungsinya

Sayangnya, bendungan berukuran jumbo itu jumlahnya sangat terbatas. Bahkan untuk mencari lokasi bendungan berukuran 500 juta kubik saja sudah susah.

Sementara jika dilihat curah hujan, Indonesia memiliki tergolong tinggi sebesar 2.702 mm per tahun. Hal yang sama terjadi pada negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki curah hujan 2.000 mm per tahun.

“Curah hujan yang sangat kecil berada di Rusia atau Amerika sekitar 700 mm per tahun atau Tiongkok yang hanya 645 mm. Namun jumlah bendungan mereka sangat banyak. Ini yang menjadi perhatian kita,” tutur direktur yang akrab disapa Ari ini.

BACA JUGA

2015-2020, Kempupera Selesaikan 18 Bendungan Baru

Kemudian jika dilihat kapasitas tampung per kapitanya, Indonesia memiliki kapasitas yang bisa ditampung infrastruktur air sebesar 50,4 meter. Jumlah itu sudah dibagi dengan jumlah penduduk sampai dengan tahun 2019.

Dengan bertambahnya pembangunan infrastruktur air yang diprogramkan di periode Kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini, ke depan Kempupera menargetkan kapasitas tampung per kapita menjadi 58,29 meter. “Jadi, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan air juga akan meningkat. Salah satu infrastruktur untuk mendukung penyediaan air tesebut adalah bendungan,” tutup Ari.

Berita terkait: