4 Keuntungan Jadikan Emas Sebagai Tabungan dan Investasi

Asisten Manager II PT Pegadaian Persero, Rika Gunawan, menyebutkan bahwa investasi emas memiliki peran penting sebagai dana darurat dan menghindari risiko inflasi. Selain diinvestasikan, emas sekarang dapat diraih dalam bentuk tabungan emas. Sehingga, masyarakat dapat mulai menabung emas, bahkan hanya dengan dana minimal Rp 10.000.

“Dana darurat berguna untuk menutupi segala kebutuhan yang datangnya tiba-tiba. Maka dari itu, bentuk dari dana darurat adalah harus mudah diakses, aman, dan mudah dicairkan atau likuid,” ujar Rika Gunawan dalam acara Finansialku Youth Festival lewat live streaming di YouTube, Sabtu (17/10).

Tabungan emas menjadi salah satu solusi dalam menghimpun dana darurat, karena harganya yang cenderung meningkat setiap tahunnya, menghindari inflasi, dan dapat diakses untuk semua kalangan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda untuk menghimpun dana darurat lewat tabungan emas.

1. Tiap Jenis Emas Punya Kelebihan

jenis emas punya kelebihan

Sebelum mulai mengalokasikan dana darurat ke emas, masyarakat dianjurkan untuk memikirkan terlebih dahulu jenis emas yang lebih tepat.

“Misalnya, Mas-nya lebih suka emas batangan, karena ketika dijual harga emasnya lebih besar ketimbang perhiasan yang nantinya akan tergerus dengan ongkos produksi. Oleh karena itu, meski judulnya emas, kita harus paham kita ini tipe yang mana,” jelas Rika.

Rika memberikan contoh, biasanya seorang perempuan cenderung hobi mengumpulkan perhiasan emas. “Hal ini justru berdampak positif, karena segala hal dimulai dari hobi. Sedikit-sedikit kumpulin perhiasan, nantinya lama-lama kita bisa mendapat manfaat dari apa yang kita kumpulkan itu,” tambahnya.

2. Nilai Emas Cenderung Meningkat 

emas cenderung meningkat

Sejak dini, orang tua ataupun pendahulu Anda mungkin sering berkata bahwa mereka menyimpan emas sebagai tabungan, entah dalam bentuk perhiasan pun emas batangan. Harapannya, emas yang mereka simpan akan bertambah nilainya di kemudian hari. Sehingga, dana darurat yang sudah dikumpulkan nominalnya tidak berkurang, malah bertambah.

“Aku sendiri udah coba belajar ngumpulin emas dari tiga tahun yang lalu, bahkan sampai sekarang. Dan hal mengenai meningkatnya nilai harga ini jelas terbukti,” ujarnya.

Adanya tren peningkatan harga jual emas juga dibuktikan dari data yang dilaporkan oleh  goldprice.org . Data tersebut menampilkan bahwa harga emas pada 2007 adalah Rp 206.000, tetapi pada 2017 atau satu dekade kemudian, harganya melonjak naik lebih dsri 50 persen hingga Rp 580.000. “Sampai sekarang ini, tahun 2020, harga emas sudah Rp 1 Juta. Artinya, bahkan dalam waktu 3 tahun pun, harga emas dapat naik 400 ribuan,” ungkap Rika.

3. Anti Inflasi

inflasi

Untuk mengalokasikan dana darurat ataupun investasi, Anda perlu memastikan bahwa dana yang sudah disisihkan harus terhindar oleh gerusan inflasi.

Ketika dana simpanan Anda berbentuk tunai atau Rupiah , maka simpanan tersebut akan berpengaruh pada inflasi. Namun, karena nilai emas cenderung meningkat dan tidak disimpan dalam bentuk uang tunai, risiko inflasi dapat tertendang.

Inflasi sendiri membuat jumlah barang yang dibeli dengan nilai uang yang sama jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. “Contohnya bakso, dulu dengan Rp 15.000, mungkin kita udah bisa dapetin bakso 3 mangkok. Namun, kalau sekarang, paling cuma bisa satu mangkok. Maka dari itu, terlihatlah bagaimana nilai Rupiah semakin hari akan semakin turun,” tutur Rika.

4. Untuk Semua Kalangan

semua kalangan

Selain emas dalam bentuk perhiasan dan batangan, Anda dapat menghimpun dana dalam bentuk tabungan dengan bahkan dengan nilai Rp 10 ribu. “Tabungan emas bisa semua kalangan karena bisa mengarah kepada anak-anak sekolah juga, nggak cuma orang dewasa,” tambah Rika.

Maka dari itu, menabung emas tidak bisa menunggu sampai harganya menurun terlebih dahulu. “Waktu yang tepat untuk menabung emas itu ya sekarang, di saat kamu sedang punya uang. Jangan punya pola pikir nabung hanya saat harga emasnya sedang turun, apalagi ketika harga emas cenderung meningkat,” tutup Rika. 

Reporter Magang: Theniarti Ailin

 

Baca juga:
Pemerintah Minta Masyarakat Tak Takut Investasi dan Tetap Belanja di Masa Pandemi
Cara Beli Emas Antam, Kini Tak Perlu Keluar Rumah
Kumpulan Tips Berinvestasi Selama Masa Pandemi
Tips Investasi di Tengah Pandemi untuk Masyarakat dengan Gaji UMP
Perlukah Investasi di Masa Pandemi?
Tips Investasi ala Miliarder Mark Cuban yang Kerap Luput Dilakukan Kebanyakan Orang
Zipmex Rilis Produk Investasi Dolar AS Berbasis Kripto, Bunganya hingga 10 Persen!

Berita terkait: