305 Orang Terjaring Tak Gunakan Masker di Depok

Pemerintah Kota (Pemkot) memperpanjang operasi Gerakan Depok Bermasker selama tiga hari, mulai Selasa (28/7/2020) hingga Kamis (30/7/2020). Lokasi operasi berada di lima titik yaitu depan kantor Kecamatan Sukmajaya, Simpang Pasar Musi, pertigaan Tapos Kinasih, Hek Cipayung dan Jalan Raya Bogor depan Kelurahan Sukamaju.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Depok Gandara Budiana mengatakan, untuk lokasi operasi Gerakan Depok Bermasker mengalami perubahan. Sebelumnya operasi dilakukan di Tugu Jam Siliwangi, Ramanda, Jalan Juanda, Simpang KSU, dan Simpang Pasar Musi.

“Terdapat perubahan lokasi untuk operasi Gerakan Depok Bermasker. Ini dilakukan agar upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker ini, dapat merata di Kota Depok,” ujar Gandara di Depok, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020).

Dikatakan Gandara, dalam operasi tersebut, warga yang tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa denda uang tunai senilai Rp 50.000 yang akan masuk pada kas daerah.

“Sanksi tetap sama seperti operasi sebelumnya dengan denda Rp 50.000,” kata Gandara.

Sebanyak 305 orang di Kota Depok terjaring saat hari pertama perpanjangan Gerakan Depok Bermasker, Selasa (28/7/2020). Ratusan orang ini terjaring penertiban masker yang berlangsung selama empat jam, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di lima titik operasi.

“Ada 305 orang yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdianny.

Perinciannya diungkap Lienda, di lokasi pertigaan Tapos Kinasih terdapat 38 pelanggar yang membayar denda dan 107 pelanggar dengan sanksi sosial, Simpang Pasar Musi terdapat 17 pelanggar yang membayar denda dan 20 orang dengan sanksi sosial. Serta di depan kantor Kecamatan Sukmajaya terdapat 22 pelanggar yang membayar denda.

“Untuk di Hek Cipayung ada 42 pelanggar yang membayar denda dan 20 pelanggar dengan sanksi sosial. Kemudian di depan Kelurahan Sukamaju ada 19 pelanggar yang membayar denda dan 20 pelanggar dengan sanksi sosial,” tutur Lienda.

Kumpulkan Rp 6 Juta
Selama operasi Gerakan Depok Bermasker yang digelar pada Kamis (23/7/2020) hingga Senin (27/7/2020) dimana operasi dilakukan mulai pukul 09.00-11.00 WIB, Pemkot Depok mengumpulkan besaran denda sebanyak Rp 6.830.000 dari warga yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum. Denda tersebut didapat dari operasi Gerakan Depok Bermasker yang dilakukan di lima titik se-Kota Depok.

“Pada tiga hari itu terdapat 136 pelanggar dan sudah membayar denda sesuai dengan ketentuan,” kata Gandara.

Dikatakan dia, denda yang dibayarkan tersebut sudah masuk ke kas daerah melalui Bank Jabar Banten (BJB). Saat Operasi Gerakan Depok Bermasker, BJB dan Badan Keuangan Daerah (BKD) turut serta ke lokasi.

Gandara menambahkan, sanksi berupa denda tersebut dilakukan sebagai efek jera warga agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Menggunakan masker adalah bentuk perlindungan diri sendiri dan juga melindungi orang lain,” tutur Gandara.

Ditegaskan dia, sanksi ini tidak untuk menyengsarakan masyarakat, tetapi untuk membiasakan diri menggunakan masker demi kesehatan bersama.

Berita terkait: