3 Sektor Ini Diperkirakan Tumbuh Pasca Pandemi

Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Samuel Kesuma mengatakan, ada 3 sektor yang akan jadi incaran investor pasca pandemi. Di antaranya, sektor material dan energi, telekomunikasi, dan finansial.

“Mengenai sektor yang kita suka ini akan dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi. Setelah Covid-19 ini mereda, maka akan terjadi fenomena pemulihan ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” kata Samuel dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/1).

Dia memperkirakan, permintaan komoditas akan meningkat, begitu pula dengan permintaan untuk energi seperti minyak dan batubara. Tak hanya itu, permintaan terhadap nikel diperkirakan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

“Fokus pada logam industri, tapi juga ada peluang pada energi dengan prospek permintaan diperkirakan akan meningkat secara substansial,” imbuhnya.

Sektor pilihan kedua adalah telekomunikasi. Kinerja sektor ini akan tetap baik pada 2021, meneruskan performanya yang cukup aman sejak tahun lalu.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi pada tahun lalu diuntungkan dengan kebijakan Work From Home (WFH) yang mendongkrak konsumsi data. Gerakan kerja dari kantor akan terjadi secara bertahap, apalagi perusahaan sadar bahwa karyawan tetap bisa bekerja secara produktif selama WFH.

Konsolidasi industri juga dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor ini. “Jadi kita lihat permintaan data akan tetap baik ke depan, terutama juga ada soal konsolidasi industri. Semakin sedikit pemain, maka pricing power akan lebih meningkat,” tutur Samuel.

Sektor Finansial

3 sektor ini diperkirakan tumbuh pasca pandemi

Sementara untuk finansial, terutama perbankan diprediksi akan membukukan pertumbuhan pendapatan bukan hanya ekspansi margin profit yang baik.

Pada 2020, tingkat likuiditas di sektor perbankan semakin meningkat. Perbankan mulai berani menurunkan tingkat bunga deposito, dan itu berdampak baik untuk margin profit bank.

Diperkirakan, aktivitas bisnis pada tahun ini sudah mulai normal, sehingga banyak pelaku usaha mulai berani melakukan ekspansi dan stok inventori, sehingga membuat permintaan kredit yang lebih tinggi juga. “Itu kesempatan bank mulai membukukan pertumbuhan pendapatan yang baik, bukan hanya dapat ekspansi margin profit,” ungkap Samuel.

Sektor perbankan dan telekomunikasi, kata Samuel, juga akan sangat diuntungkan dengan mulai kembalinya investor asing ke perusahaan-perusahaan Indonesia.

“Tren masuknya investor asing bukan cuma harapan, kita sudah lihat trennya cukup solid pada kuartal IV ada inflow. Sekarang di awal 2021 mereka konsisten hampir tiap hari membukukan net buy dengan nilai yang cukup lumayan,” tuturnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Catat, Makanan Minuman dan Properti jadi Sektor Menjanjikan untuk Investasi Tahun ini
BKPM Beberkan Penyebab Rendahnya Daya Saing Iklim Usaha di Indonesia
BKPM Catat Pelaku Usaha Perorangan Dominasi Pengurusan Izin di Sistem OSS
Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021, RI Butuh Investasi Rp5.800 T
Imbas Pandemi, Investasi Sektor ESDM Turun Jadi USD 24,4 Miliar di 2020
Tanri Abeng: BUMN Berpotensi Tarik Investasi Asing ke Indonesia

Berita terkait: