3 Hari Pengetatan PSBB, Pemprov DKI Berikan Sanksi kepada 3.576 Pelanggar

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya telah memberikan sanksi kepada 3.576 orang yang melanggar penggunaan masker selama tiga hari pemberlakukan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelanggar umumnya tidak menggunakan masker saat beraktivitas, menggunakan masker dengan cara yang salah, dan menggunakan masker yang tidak sesuai standar.

“Berdasarkan data rekap pelanggaran dan penindakan yang dihimpun oleh Satpol PP Provinsi DKI Jakarta dalam pengetatan PSBB per 13 Januari, sanksi terhadap pelanggar masker sebanyak 3.576 orang dengan perincian sebanyak 3.490 orang dikenakan sanksi kerja sosial dan denda sebanyak 86 orang,” ujar Ariza seusai melakukan sidak pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di perkantoran, hotel, apartemen, dan mall di Ciputra World 1 & 2, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/1/2021).

Ariza mengatakan, total nilai denda dari 86 orang sebanyak Rp 14,3 juta. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020 Penanggulangan Covid-19, sanksi terhadap pelanggaran masker maksimal sebesar Rp 250.000.

Untuk tempat usaha, perkantoran dan tempat industri, kata Ariza, relatif disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti pembatasan kapasitas 25 persen yang bekerja di kantor atau work from office (WHO). Dari 833 perkantoran dan tempat usaha yang diawasi dalam tiga hari pengetatan PSBB, kata Ariza, hanya 34 perkantoran dan tempat usaha yang diberikan sanksi dengan mayoritas sanksinya berupa teguran tertulis sebanyak 31 perkantoran atau tempat usaha, dan sisanya diberikan sanksi penghentian sementara kegiatan selama tiga hari. Tidak ada perkantoran atau tempat usaha yang dikenakan sanksi denda.

BACA JUGA

Satpol PP Beri Sanksi 52 Pelanggar Penggunaan Masker di Pasar Senen

“Kami berterima kasih kepada pihak perkantoran, hotel, apartemen, dan restoran yang sudah memperlihatkan kedisiplinan dalam menerapkan pembatasan dan protokol kesehatan selama tiga hari pertama pengetatan PSBB. Kedisiplinan sangat membantu upaya mengurangi dan memutus mata rantai penularan Covid-19. Pengetatan PSBB tentu berdampak pada pelaku usaha. Namun, kami minta bersabar dan mari berjuang bersama-sama. Kita pastikan bahwa kasus Covid-19 di Jakarta harus segera menurun,” tutur Ariza.

Dari hasil sidak Ariza dan jajaran Pemprov DKI di perkantoran, hotel, apartemen, dan mal di Ciputra World 1 & 2, Jakarta Selatan, secara umum pelaku usaha disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi, hari ini saya, atas petunjuk pak Gubernur, kami melakukan pengawasan, peninjauan, dan penindakan beberapa tempat, seperti, mall, hotel, apartemen, dan perkantoran. Alhamdulillah, sejauh penglihatan dan pengetahaun saya, para pelaku usaha sudah cukup baik, disiplin melakukan protokol kesehatan PSBB. Di perkantoran, saya lihat ada pembatas-pembatas. Tentu, kami, Satpol PP, Disnaker, Dishub, Dinas Pariwisata, terus melakukan pemantauan,” pungkas Ariza.

Data pelanggaran dan penindakan saat pengetatan PSBB dari 11 hingga 13 Januari:

A. Masker

– Kerja Sosial: 3.490
– Denda: 86

Jumlah: 3.576

B. Restoran/Rumah Makan

– Denda: 0
– Penghentian sementara kegiatan: 3
– Teguran tertulis: 6
– Tidak ditemukan pelanggaran: 624

Jumlah: 633

C. Perkantoran, Tempat Usaha, Tempat Industri

– Denda: 0
– Penghentian sementara kegiatan 3×24 Jam: 3
– Teguran tertulis: 31
– Tidak ditemukan pelanggaran: 799

Jumlah: 833

Nilai Denda
– Perorangan: Rp 14.350.000
– Tempat Usaha Makan Minum/Restoran/Rumah Makan: Rp –
– Tempat Kerja/Kantor/Tempat Industri: Rp –

Jumlah: Rp 14.350.000

Berita terkait: