27 Pekerja Migran Terpapar Covid-19, BP2MI Sidak PJTKI di Tangerang

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Tangerang, terkait penemuan kasus pekerja migran Indonesia yang terpapar Covid-19.

Kepala BP2MI, Benny Rahmadani, mengatakan selama pandemi Covid-19, BP2MI telah menemukan 27 pekerja migran Indonesia yang terpapar Covid-19.

Dua dari pekerja migran yang dinyatakan terpapar Covid-19 berasal dari penyalur tenaga kerja, PT Ayu Karsa di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Hal itu yang membuat BP2MI melakukan sidak ke Kantor Pt Ayu Karsa untuk memastikan bahwa para pekerja yang akan diberangkatkan bebas dari Covid-19.

“Kedatangan kita ke sini, ingin memastikan apakah 2 orang yang terpapar dari penampungan di sini dan bagaimana penerapan protokol kesehatan oleh PJTKI. Karena sejak awal, kami tegas dan memberikan imbuan untuk melakukan swab tes sebelum diberangkatkan ke luar negeri,” ungkap Benny.

Berdasarkan pantauan Tim BP2MI, puluhan calon tenaga kerja wanita (TKW) di tempat penampungan di PT Ayu Karsa berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Sebagian besar dari mereka sedang menunggu pemberangkatan ke Taiwan.

“Kita melakukan pengecekan apakah benar mereka menjalani proses sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini penting buat kami untuk memberikan informasi kepada negara tujuan mereka nantinya. Karena bila tidak mematuhi protokoler kesehatan besar kemungkinan negara yang akan mereka tuju akan menolaknya,” ujar Benny.

Selain melakukan pengecekan protokoler kesehatan, BP2MI juga memeriksa kelengkapan surat izin biro perjalanan pekerja migran tersebut, sekaligus mengetahui sebesar apa gaji yang meraka nantinya dapatkan di tempat kerjanya.

“Kita juga mengcek surat kelengkapan mereka sebelum berangkat ke luar negeri. Jangan sampai mereka berangkat keluar negeri sebagai tenaga kerja ilegal,” kata Benny.

Berita terkait: