2021, Anggaran Bansos Kabupaten Bogor Dialihkan ke Program Samisade

– Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor) tidak lagi mengeluarkan anggaran untuk bantuan sosial (bansos) pada tahun ini. Hal itu lantaran Pemkab Bogor sudah mengalokasikan sejumlah anggaran pada program satu miliar satu desa (Samisade).

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, tidak dianggarkan bansos pada tahun ini, karena Pemkab Bogor sudah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 311,8 miliar untuk 349 desa di 38 kecamatan.

“Jadi saya rasa anggaran itu cukup untuk masyarakat,” katanya, Rabu (7/4/2021).

Penggunaan anggaran Samisade yang dilakukan dengan sistem padat karya, diyakini cukup untuk membantu masyarakat yang menjadi korban PHK. Sebab, masyarakat di 349 desa bisa ikut bekerja dalam program pembangunan di desanya masing-masing.

BACA JUGA

Uji Coba Belajar Tatap Muka, Satu Siswa Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor

“Padat karya masyarakat kan bisa ikut bekerja di sana, dan mendapatkan upah di setiap program pembangunan desa. Jadi saya rasa anggaran itu cukup untuk mendongkrak pendapatan masyarakat,” ucapnya.

Meski DPRD Kabupaten Bogor sudah mengeluarkan surat rekomendasi, agar Pemkab Bogor menyiapkan anggaran untuk bansos di tahun ini, namun hal tersebut nampaknya sulit untuk direalisasikan. Sebab, anggaran di sejumlah dinas sudah dialokasikan untuk program Samisade tersebut.

“Anggaran semua dinas sudah kami alihkan. Saya rasa dengan Samisade ini cukup untuk membantu masyarakat. Jadi kami belum bicara lebih lanjut soal bansos di tahun ini,” tuturnya.

BACA JUGA

Tarawih Ramadan, Kabupaten Bogor Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Seperti diketahui, pada 2020, Pemkab Bogor memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi berupa beras melalui anggaran daerah senilai Rp 188 miliar.

Bantuan tersebut dibagikan kepada 200.000 keluarga, dengan masing-masing menerima 30 kilogram beras sebanyak tiga kali, pada bansos tahap pertama, tahap dua dan bansos tahap tiga.

Dari Rp 384 miliar dana penanganan Covid-19-19 dibagi menjadi tiga pos anggaran. Yaitu untuk penanganan kesehatan senilai Rp 191 miliar penanganan dampak ekonomi senilai Rp 4 miliar dan anggaran penyediaan bantuan sosial Rp 188,99 miliar.

Berita terkait: