2 Pekan Terakhir, Kasus Covid-19 di DKI Bertambah 38.122

– Perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta terus mengalami lonjakan signifikan. Dalam dua pekan terakhir, kasus positif bertambah 38.122 atau kurang lebih 16% dari total kasus positif Covid-19 di Jakarta sekarang.

Hingga Minggu (17/1/2021), total kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 227.365. Pada 2 minggu sebelumnya, 3 Januari lalu, kasus Covid-19 baru di 189.243. Begitu juga dengan jumlah orang meninggal 2 pekan terakhir bertambah 434 pasien di mana total yang meninggal pada 3 Januari sebanyak 3.345 pasien dan saat ini melonjak menjadi 3.779 pasien.

Sementara kasus aktif baik yang sedang dirawat maupun yang menjalankan isolasi sebanyak 21.679 kasus. Jumlah kasus aktif ini bertambah 6.291 dari 2 pekan sebelumnya sebanyak 15.388 kasus aktif.

BACA JUGA

Sebaran Kasus Harian Covid-19, Jakarta Masih di Atas 3.000

Dalam 2 pekan terakhir, penambahan kasus harian melampaui 3.000. Pecah rekor pertama terjadi pada 8 Januari lalu dengan pernambahan kasus 2.959 kasus. Kemudian pada 13 Januari naik 3.476 kasus. Kenaikan kasus harian tertinggi terjadi pada 16 Januari yakni 3.536 kasus baru. Padahal, sejak 11 Januari lalu, DKI Jakarta sudah memberlakukan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 25 Januari 2021 mendatang. Dalam sepakan pelaksanaan pengetatan PSBB, pertambahan kasus baru sebanyak 21.243 kasus.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan tiga alasan yang membuat kasus positif Covid-19 terus mengalami lonjakan. Pertama, karena masifnya testing yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, Pemprov DKI sudah melakukan tes PCR sembilan kali melebih standar WHO dalam sepekan. “Dengan testing yang banyak, kita bisa mengetahui secara pasti jumlah orang yang terpapar Covid-19 untuk dilakukan penanganan intensif baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala,” kata Ariza.

Penyebab kedua, menurut Ariza, dampak liburan panjang pada pergantian tahun. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan liburan panjang dengan bepergian dan bersilaturahmi dengan keluarga sehingga penularan Covid-19 begitu cepat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dalam rentang 3 – 8 Januari 2021 terdapat 111 klaster keluarga, dengan temuan 351 kasus positif Covid-19 yang teridentifikasi. Keluarga yang masuk dalam klaster penularan Covid-19 ini diketahui bepergian ke luar wilayah DKI Jakarta. “Jadi, kasus ini bertambah karena pengaruh liburan panjang yang mengakibatkan klaster keluarga bertambah,” tandas dia.

Alasan ketiga, lanjut Ariza, karena akumulasi data kasus positif Covid-19 beberapa hari sebelumnya dari sejumlah laboratorium yang baru dilaporkan. Contohnya, hari ini terdapat akumulasi data sebanyak 836 kasus dari satu RS BUMN dan satu laboratorium swasta, 5 hari terakhir yang baru dilaporkan sehingga total penambahan kasus harian menjadi 3.395 kasus.

Di tengah penambahan kasus Covid-19 yang terus melonjak, Ariza mengatakan pihaknya terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pencegahan tersebut, antara lain menerapkan kebijakan pengetatan PSBB dengan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat, terus melakukan imbauan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan, dan melaksanakan program vaksinasi.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan serta tempat isolasi. Rumah sakit rujukan Covid-19 pun telah ditambahkan menjadi 101 RS dengan terus menambahkan tempat tidur isolasi, tempat tidur ICU, serta obat-obatan.

“Namun, sering saya katakan, upaya pemerintah hanya berkontribusi 20% terhadap keberhasilan penanganan Covid-19, sedangkan 80% tergantung kedisiplinan dan ketaatan warga terhadap protokol kesehatan dan 3M,” pungkas Ariza.

Berita terkait: