190 Istilah Ekonomi Bisnis dan Keuangan, Beserta Jenisnya

Membahas perihal ekonomi, tak akan lepas dari istilah ekonomi . Termasuk di dalamnya ada ruang lingkup, konsep dasar, pasar, konsumen, definisi ekonomi dan berbagai hal menarik lainnya.

Tak dapat disangkal bahwa acap kali terdapat kesimpangsiuran dalam penggunaan istilah ekonomi. Dikarenakan adanya kesulitan dalam mendapat istilah yang tepat dan sesuai dengan yang dimaksud.

Keterbatasan istilah ekonomi dalam bahasa Indonesia karena masih kurangnya pembakuan kata dan pengembangan. Oleh sebab itu, wajar bila ratusan kata dalam istilah ekonomi itu hendak dicantumkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, kurikulum di Perguruan Tinggi.

Supaya ada pengenalan dan pemahaman sedari awal. Serta mengurangi kesulitan yang dialami dalam mencari padanan kata yang tepat, sebagai pengganti istilah ekonomi dari bahasa asing.

Berikut beberapa istilah ekonomi bisnis dan keuangan yang patut diketahui, beserta jenis ekonomi.

Istilah Ekonomi

Melansir dari Kamus Istilah Ekonomi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Ekonomi Manajeme n, terdapat lebih dari 300 istilah ekonomi awalan huruf A hingga W. Semuanya membantu dalam pemahaman mengenai dunia ekonomi keuangan dan bisnis. Berikut di antaranya:

Istilah Ekonomi Awalan Huruf A

1. Absentiisme absenreeisme: Ketidakhadiran

2. Administrasi: Dalam arti sempit tulis menulis, mencatatkan/pencatatan. Dalam arti luas penguasaan .

3. Adpertens: Alat untuk me reklamekan barang atau jasa yang dihasilkan/dijual; bentuknya tertentu dan biasanya dipasang pada media, misalnya surat kabar dan majalah.

4. Afiliasi affiliation: Dalam akuntansi berarti di bawah pengawasan perusahaan lain. Afiliasi antara perusahaan induk dan anak perusahaan, antara dua perusahaan atau dua organisasi yang dimiliki dan diawasi oleh perusahaan ketiga.

5. Agen: perantara perdagangan yang nama perusahaan menjualkan barangnya pada daerah tertentu. Dari istilah ekonomi agen, masih terbagi lagi menjadi lima.

6. Agen del credere: Agen yang menyetujui untuk menjamin prinsipalnya bila terjadi kerugian karena perpanjangan periode kredit yang diberikan agen atas nama prinsipal pada pihak ketiga.

7. Agen ekspor: Perantara yang bergerak dalam bidang jasa dan perdagangan barang untuk diekspor.

8. Agen manufaktur: Petantara yang menjual sebagian produk yang dihasilkan prinsipalnya dalam daerah penjualan yang terbatas. Harga dan syarat-syarat penjualan ditentukan oleh prinsipalnya.

9. Agen pembelian: Perantarra yang mewakili pembeli dalam melakukan pembelian barang yang dibutuhkan. Mereka sering kali mengumpulkan pesanan dari para prinsipalnya dengan tujuan memperoleh laba yang lebih besar.

10. Agen penjualan: Perantara yang berfungsi sebagai agen penjualan bagi prinsipalnya. Mereka menjual seluruh hasil produksi prinsipalnya secara kontinu dalam daerah penjualan yang tidak terbatas.

11. Aggregate supply (penawaran agregat): total nilai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

12. Agregate demand (permintaan agregat ): jumlah belanja yang direncanakan atau diinginkan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu periode tertentu.

13. Aksep ban: Sural wesel yang diaksep oleh bank dan dipergunakan untuk pembayaran dalam transaksi dagang atau untuk dipinjamkan dalam modal usaha.

14. Aksioma: Kenyataan yang sudah diterima kebenarannya dengan tidak usah dibuktikan atau diterangkan lagi.

15. Akte pendirian: Dokumen yang diterbitkan instan, resmi mempunyai pembentukan perseroan terbatas.

16. Aktiva asset: Semua benda atau hak yang dimiliki yang mempunyai nilai. Benda atau harta dinyatakan dalam biaya, penyusutan, atau nilai lain.

17. Analisis ekuilibrium parsial: analisis yg mengkonsentrasikan pada pengaruh perubahan dalam masing – masing pasar.

18. Anggaran actual: jumlah anggaran yang dicatat pada tahuntertentu.

19. Anggaran berimbang: suatu anggaran yg disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan.

20. Anggaran structural: terjadi pada saat perekonomian beroperasi pada output potensial.

21. Anggaran siklikal: yang mengukur efek dari siklus bisnis terhadap anggaran.

22. Angka indeks: untuk mengetahui atau mengukur perubahan melalui perbandingan antara variabel dari waktu ke waktu.

23. APC (rata – rata kecenderungan untuk konsumsi): rasio pengeluaran konsumsi terhadap pendapatan

24. Apresiasi: naiknya mata uang dalam negeri terhadap valuta asing di pasar valuta asing.

25. APS (rata – rata kecenderungan untuk menabung): rasio tabungan perorangan terhadap pendapatan.

26. Arbitrase: spekulasi tanpa resiko.

27. Asuransi: Persetujuan yang menyatakan bahwa si penanggung mendapat premi dan ia berjanji kepada yang mempertanggungkan untuk mengganti kerugian karena kehilangan, susut, atau tidak memperoleh keuntungan yang diharapkan.

28. Asset (harta atau aktiva): milik berupa barang berwujud serta hak tax berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.

29. Average product (produk rata-rata): produk total atau output total dibagi oleh kuantitas dari satu jenis input.

30. Average revenue (penerimaan rata-rata): penerimaan total dibagi oleh jumlah unit total yg dijual yaitu penerimaan perunit.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf B

31. Balance of trade (neraca perdagangan): bagian dari neraca pembayaran yg merinci impor dan ekspor barang berwujud

32. Bank: badan usaha yg menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

33. Bank komersial: sebuah lembaga perantara keuangan yg fungsi utamanya adalah menerima simpanan giro.

34. Bank money: uang yg diciptakan oleh system perbankan khususnya uang giral yg ditimbulkan oleh ekspansi berganda dari cadangan bank.

35. Bank sentral: badan atau instansi pemerintah yg bertanggung jawab terhadap pengendalian peredran uang dan kondisi perkreditan nasional.

36. Barter: cara perdagangan dimana barang ditukar dengan barang.

37. Bauran kebijakan fiscal dan moneter: kombinasi kebijakan fiscal dan moneter yg dipergunakan untuk mempengaruho aktivitas makroekonomi.

38. Biaya marjinal: tambahan dalam jumlah biaya yg diperlukan untuk menghasilkan 1 tambahan unit output.

39. Biaya minimum: biaya per unit terendah yg mungkin dicapai

40. Biaya oportunitas: nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya , atau nilai dari alternative yg dikorbankan.

41. Biaya rata – rata: jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yg dihasilkan. Serta biaya tetap rata – rata tetap yang dibagi oleh oleh jumlah unit yg diproduksi.
42. Biaya variabel: biaya yg bervariasi menurut tingkat output.

43. Biaya variabel rata – rata: jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yg dihasilkan.

44. Bond (obligasi): sertifikat yg memberikan bunga yg diterbitkan pemerintah atau perusahaan,berisi janji akan membayar bunga dan jumlah pokok.

45. Budget line (garis anggaran): garis disuatu grafik yg sumbu-sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen.

46. Budget surplus (surplus anggaran): kelebihan penerimaan pemerintah terhadap pembelanjaan pemerintah.

47. Bunga: pendapatan yg dibayarkan kepada mereka yg meminjamkan uang
48. Bunga majemuk ada: h bunga yg dihitung juga dari bunga lalu.

49. Bursa efek: tempat diperjual belikan efek –efek atau tempat bertemunya pihak yg menawarkan dan pihak yg memerlukan dana jangka panjang.

50. Bursa komoditas: tempat dipamerkannya contoh barang – barang produksi yg diperjualbelikan.

51. Bursa valuta asing: suatu tempat kegiatan usaha yg memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing seperti bank – bank devisa dan money changer.

52. Bahan baku: Salah satu golongan barang industri yang akan merupakan bagian dari produk jadi yang sebelumnya tidak/belum mengalami pemrosesan.

53. Bahan langsung: Bahan yang digunakan langsung untuk pembuatan produk dan merupakan bagian terpenting dari produk itu.

54. barang inferior: Barang-barang yang jumlah permintaannya semakin berkurang, apa:-ila pendapatan meningkat.

55. Barang jadi (finished goods): Barang yang sudah selesai diproses, dan siap untuk dijual atau untuk penggunaan lain.

56. batas utang (debt limit): Jumlah malksimal yang dapat dihutang oleh suatu unit pemerintahan.

57. bea angkutan: Bea yang dipungut dari pengangkutan barang. 

58. Biaya (cost): Pengukuran dalam satuan uang untuk sumber-sumber yang digunakan bagi tujuan tertentu.

59. bunga (interest): (1) Balas jasa untuk penggunaan uang atau modal yang dibayar pada waktu yang disetujui, dan umumnya dinyatakan sebagai persentase dari modal pokok. (2) Pendapatan alas setiap investasi modal.

60. buku jumal unum: jumal tempat mencatat transaksi yang tidak termasuk dalarn jurnal khusus.

ilustrasi bisnis

©2014 Merdeka.com/shutterstock/EDHAR

Istilah Ekonomi Awalan Huruf C

61. Cadangan bank: bagian atas simpanan masyarakat di bank yang harus disimpan di khasanah atau dibank sentral tanpa menerima bunga.

62. Cadangan rasional: menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca pambayaran luar Negara .

63. Capital-output ratio (rasio modal/output): dalam teori pertumbuhan ekonomi, yaitu rasio stock modal total disbanding GNP tahunan.

64. Capitalism(kapitalisme): sebagai system perekonomian dimana sebagian besar barang milik(tanah dan modal)menjadi milik pribadi.

65. Cartel (kartel): asosiasi produsen dalam suatu industry yang bertujuan membatasi atau mencegah persainagn antar perusahaan dalam industry.

66. Central bank (bank sentral): badan atau instansi pemerintahan yang bertanggung jawab terhadap pengendalian peredaran uang dan kondisi perkreditan nasional.

67. Ceteris paribus: sebuah kondsi artificial yang diangkat oleh para ahli ekonomi untuk,secara terpisah, mengamati hubungan antara dua variabel ekonomi.

68. Clearing market: suatu pasar dimana harga-harga cukup flexsibel untuk menyimbangkan penawaran dan permintaan dalam waktu singkat.

69. Collusive oligopoly (oligopoly kolusif): struktur pasar yang ditandai oleh sejumlah kecil perusahaan yang melakukan kolusi dan bergabung untuk membuat keputusan bersama.

70. Consumer surplus (surplus konsumen): selisih antara jumlah yang persediannya akan dibayar oleh konsumen untuk sebuah komoditi dengan jumlah yang sebenarnya dibayarkan

71. Consumption (konsumsi): jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau Negara untuk barang – barang konsumsi selama suatu periode tertentu.

72. Common stock (saham biasa): instrument keuangan yang mencerminkan kepemilikan dan hak suara dalam suatu perseroan.

73. Credit (kredit): dalam teori moneter, penggunaan dana orang lain sebagai imbalan dari janji akan membayar dikemudian hari.

74. Cek yang dijamin (certified chek): Cek seseorang yang mempunyai uang giro di bank dan yang penguangannya dijamin oleh bank dengan suatu pernyataan di alas chek itu.

75. Cek yang sudah terpakai: Cek yang telah dibayar oleh bank yang bersangkutan dan dikembalikan pada pemegang gironya.

76. Cengkelong (mark down): (1) khusus dalam toko eceran/pengeceran berarti pengurangan dari harga jual yang telah ditentukan. (2) untuk bank atau perusahaan perantara berarti penilaian kembali surat-surat berharga berdasarkan penurunan harga pasar.

77. Cicilan: Pembayaran angsuran dan pinjaman kredit.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf D

78. Daerah slum: Daerah bagian kota yang keadaan perumahannya tidak teratur dan merosot.

79. Daftar arus uang: Perincian (daftar) tentang penerimaan dan pengeluaran uang tunaj mengenai periode tertentu yang unsur-unsurnya terdiri dari proses dalam neraca dan rekening laba rugi yang bersangkutan.

80. Dana likid: harta keuangan yang bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi uang

81. Dana uang: instrument keuangan jangka pendek yang amat likuid yang dimliki oleh investor dimana suku bunganya tidax diatur.

82. Debet: istilah akuntansi untuk menjelaskan pertambahan dalam aktiva atau pengurangan dalam pasiva.

83. Deficit anggaran: berlaku dipemerintahan , kelebihan total belanja dari total penerimaan.

84. Deficit anggaran belanja: belanja pemerintah untuk barang, jasa, dan pembayaran transfer yang melebihi penerimannya dari pajak dan dan sumber pendapatan.

85. Deflasi: penurunan tingkat harga secara umum.

86. Demand pull inflation: inflasi harga yang diakibatkan oleh kelebihan permintaan dari persediaan barang yang ada

87. Deposito berjangka: dana yang disimpan dibank dan hanya dapat ditarik kembali setelah suatu jangka waktu tertentu.

88. Depresi: periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat output dan investasi yang rendah , penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.

89. Depresiasi mata uang: mata uang sebuah Negara dikatakan didepresiasi apabila nilainya menurun dibandingkan dengan mata uang lainnya.

90. Depresiasi penyusutan aktiva: penurunan nilai suatu aktiva

91. Derived demand (permintaan turunan): permintaan akan suatu factor produksi yang disebabkan oleh permintaan akan barang jadi yang dihasilkan factor tersebut.

92. Devaluasi: penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang lainnya atau disbanding emas

93. Deviasi standar: lazimnya digunakan dalam statistik.

94. Disekuilibrium: keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan

95. Disinflasi: proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi

96. Disposable income (pndapatan bebas ): pendapatan yang sudah siap untuk dibelanjakan

97. Distribusi: semua kegiatan yang ditunjukan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf E

98. Efek: surat bukti utang jangka panjang (obligasi) surat tanda penyertaan modal (saham),sekuritas kredit, dan surat berharga lainnya.

99. Efisiensi: penggunaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yang muingkin pada input tertentu.

100. Efek subsitusi perubahan harga: konsumen untuk mengkonsumsi lebih banyak barang jika harganya turun, dan mengurangi konsumsinya bila harganya naik.

101. Efisiensi: penggunaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yang mungkin pada input tertentu.

102. Efisiensi alokatif: suatu situasi perekonomian dimana tidak ada lagi usaha reorganisasi atau perdagangan yang dpt memakmurkan 1 individu tertentu tanpa mengurangi utilitas atau kepuasan individu lain.

103. Ekonomi positif: studi tentang apa (teori ekonomi)

104. Ekonometri: studi mengenai ukuran-ukuran ekonomi untuk mentes atau mengembangkan hipotesa.

105. Ekspor neto: nilai ekspor barang dan jasa dikurangi nilai impor barang dan jasa

106. Ekstensifikasi modal: tingkat pertumbuhan jumlah modal riil yang tepat sama dengan pertambahan angkatan kerja .

107. Ekuilibrium: keadaan dimana kesatuan ekonomiberada pada keadaan seimbang , atau kekuatan – kekuatan yang mempengaruhi kesatuan itu sedang seimbang.

108. Ekuilibrium koperatifadalah hasil yang dicapai oleh kedua partisipan ketika mereka bertindak serempak

109. Ekuilibrium nash: terdapat pada teori permainan yang mengacu pada satu set srategi bermain. Dimana tidak ada pemain yang dapat memperbaiki nilai hasilnya

110. Ekuilibrium umumadalah keadaan ekuilibrium bagi perekonomian secara keseluruhan adalah dimana keadaan harga barang dan jasa sedemikian rupa sehingga keseluruhan pasar.

111. Elastisitas: menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.

112. Elastisitas harga dari permintaan yang elastic atau pemintaan elastic adalah situasi apabila elastisitas permintaan lebih dari nilai satu.

113. Elastisitas harga dari permintaan yang inelastic atau permintaan yang inelastic adalah situasi apabila nilai elastisitas permintaan lebih kecil dari satu.

114. Elastisitas harga atas penawaran: konsepsinya mirip elastisitas harga atas permintaan kecuali yang diukur adalah reaksi penawaran dari perubahan harga.

115. Elastisitas harga atas permintaan: ukuran kadar sejauh manakuantitas yang diminta pembeli bereaksi terhadap perubahan harga.

116. Elastisitas pendapatan pada permintaan: permintaan akan suatu barang tidak saja dipengaruhi oleh harga barang tetapi juga oleh pendapatan konsumen.

117. Elastisitas permintaan uniter: situasi diantara permintaan yang elastic dan permintaan yang tidak elastic dimana elastisitas harga bernilai 1.

118. Elastisitas silang: ukuran sejauh mana permintaan akan suatu barang konsumsi atau input dipengaruhi bukan oleh harganya sendiri tetapi oleh harga barang lain.

119. Element utility: benda itu berguna karena ada unsure didalamnya.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf F

120. Faktor biaya: Semua biaya untuk bahan, penawaran, tenaga kerja, mesin, dan barang-barang lain yang diperlukan untuk pembuatan produk/jasa, merupakan faktor-faktor biaya.

121. Faktor produksi: input yang bersifat produktif seperti mesin , peralatan , tenaga kerja, dan tanah.

122. Faktur: dokumen yang mencantumkan kuantitas, harga, syarat-syarat, cara pe­nyerahan , dan detail lain mengenai barang-barang yang dijual atau jasa-jasa yang diberikan.

123. Fleksibilitas harga: perilaku harga dalam pasar “lelang” dimana harga langsung bergerak keatas atau kebawah setiap kali ada perubahan

124. Fungsi konsumsi: skedul yang mengaitkan jumlah konsumsi dengan pendapatan yang dapat dibelanjakan.

125. Fungsi produksi: fungsi matematis yang menyatakan berapa jumlah output maksimum yang dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.

126. Fungsi tabungan: skedul atau table yang memperlihatkan jumlah tabungan yang bersedia ditabung oleh rumah tangga atau Negara, pada setiap tingkat pendapatan

Istilah Ekonomi Awalan Huruf G

127. Garis anggaran: garis disuatu grafik yang sumbu – sumbunya menggambarkan kombinasi barang yang bisa dibeli oleh konsumen menurut pendpatan.

128. Garis batas kemungkinan utilitas: grafik yang melukiskan utilitas atau kepuasan dari dua konsumen yang masing – masing diukur pada setiap sumbu.

129. GNP nominal: nilai dari seluruh jasa dan barang jadi yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu oleh suatu Negara pada pasar

130. GNP potensial: tingkat gnp maksimum yang dapat dipertahankan pada suatu tingkat teknologi dan populasi tertentu

131. GNP riil: gnp nominal yang telah dikoreksi dengan factor inflasi, yaitu gnp nominal / deflator gnp

132. Government debt ( utang pemerintah): total kewajiban pemerintah dalam bentuk obligasi dan pinjaman jangka pendek.

012 siti rutmawati

www.ivandimitrijevic.com

Istilah Ekonomi Awalan Huruf H

133. Hadiah (premium): Hadiah yang diberikan karena jual beli.

134. Hak memiliki tittle

135. Hak jual franchise: Kekeluasaan (hak) yang diberikan produsen kepada distributor untuh menjual produk-produknya dalam wilayah tertentu.

136. Harga (price): Nilai barang atau jasa yang dinyatakan dalam uang.

137. Harga bayangan: Harga yang mencerminkan nilai sosial atau nilai ekonomis yang sesungguhnya dari hasil produksi alau barang dan jasa yang digunakan dalam proyek.

138. Harga bersyarat: Harga yang dikehendaki (tertinggi alau terendah) untuk mencapal sesuatu .

Istilah Ekonomi Awalan Huruf I

139. Idle Money: uang atau sumber dana yang dimiliki, tidak dipergunakan / dimanfaatkan untuk keperluan produktif.

140. Ikhtisar Rugi / Laba: laporan aktifitas usaha suatu perusahaan untuk suatu periode tertentu.

141. Ilmu Ekonomi: ilmu yang mempelajari daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan.

142. Ilmu Ekonomi Deskriptif: ilmu yang memaparkan gambaran fakta – fakta tentang kehidupan ekonomi.

143. Ilmu Ekonomi Normatif: ilmu ekonomi positif dengan memasukkan unsur nilai-nilai moral dan etika karena adanya anggapan bahwa Ilmu Ekonomi Positif terlalu sempit, kering dan gersang.

144. Ilmu Ekonomi Positif: ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memilih dan mengalokasikan sumber-sumber alam secara efisien. Ada tiga sebab utama munculnya ilmu ekonomi. Pertama kebutuhan manusia yang sangat banyak ragamnya. Kedua jumlah barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia ialah terbatas dan langka, sehingga manusia harus memilih. Ketiga sumber-sumber alam dalam keadaan aslinya tidak bisa langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehingga diperlukan proses produksi.

145. Ilmu Ekonomi Sisi Penawaran: pandangan yang menekankan perlunya kebijakan yang akan mempengaruhi penawaran agregat atau output potensial.

146. Ilmu Ekonomi Teori: ilmu ekonomi yang membahas gejala – gejala yang timbal akibat dari perbuatan manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

147. Ilmu Ekonomi Terapan: ilmu ekonomi yang membahas penerapan teori ekonomi dalam kehidupan nyata.

148. Ilmu Makroekonomi: membahas tentang perilaku perekonomian secara keseluruhan , termasuk hasil produksi , pendapatan , harga dan penggangguran.

149. Ilmu Pengetahuan: rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu yang dilandasi oleh metodologi ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun eksploratif untuk menerangkan pembuktian gejala alam dan atau gejala kemasyarakatan tertentu (UU No. 18 tahun2002).

150. Impor (Import): barang dan jasa yang dibeli dari suatu negara dan digunakan di dalam negeri. Termasuk barang fisik dan jasa. Impor dinilai atas dasar harga pasar pada saat terjadi transaksi. Biasanya impor dicatat secara FOB; Pemasukan barang dan jasa yang dibeli oleh penduduk suatu negara dari penduduk negara lain yang berakibat timbulnya arus keluar mata uang asing dari dalam negeri

151. Import Duties (Bea Masuk): pajak yang diterapkan pemerintah pada barang-barang impor sebagai suatu cara melindungi industri domestik dari kompetisi asing, yang tujuannya membantu menghemat devisa suatu negara dan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah.

152. Imported Inflation: inflasi yang timbul karena adanya inflasi diluar negeri yang mengakibatkan naiknya harga barang didalam negeri.

153. Importir: perorangan atau badan usaha yang melakukan perdagangan dengan cara memasukkan barang atau jasa dari luar ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

154. Income (Pendapatan): arus upah, bunga, deviden, dan penerimaan lainnya yang menjadi hak seseorang atau suatu bangsa.

155. Income Bond (Obligasi Pendapatan): obligasi yang pembayaran bunga pelunasannya tergantung pada kecukupan pendapatan perusahaan.

156. Indeks harga: angka-angka yang menggambarkan (a) tingkat harga rata-rata pada suatu periode tertentu, dan (b) perubahan tingkat harga rata-rata dari satu periode ke periode lainnya.

157. Indeks Harga: angka indeks yang menggambarkan perubahan harga rata – rata sekelompok barang dalam satu kurun waktu; Perbandingan relative antara harga tahun tertentu dengan tahun dasar.

158. Indeks Harga Konsumen: perbandingan perubahan harga periode tertentu dengan harga periode dari komoditi yang diminta konsumen.

159. Indeks Harga Perdagangan Besar: angka yang menunjukan perubahan yang terjadi pada harga pembelian barang oleh pedagang besar.

160. Indeks Harga Produsen: indeks harga dari barang grosiran seperti baja, gandum dan minyak.

161. Insiden: pemikulan beban pajak yang terakhir (sebagai kebalikan dari siapa yang seharusnya membayar menurut undang – undang)

162. Insider (Orang Dalam): seorang Komisaris, Direktur, Pegawai Perusahaan atau Perusahaan Afiliasinya.

163. Insolvency (Ingkar Bayar): tidak mampu membayar atau memenuhi kewajiban keuangan pada saat jatuh tempo.

164. Integrasi Horizontal: penggabungan beberapa unit yang bekerja pada suatu tahapan yang sama dalam satu perusahaan.

165. Integrasi Vertical: penggabungan dua atau lebih tahapan proses dalam satu perusahaan.

166. Integritas Keuangan: kemampuan keuangan dari perusahaan atau orang perseorangan diukur dari modal dan atau kekayaan yang dimiliki sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan serta ketaatan yang bersangkutan dalam membayar semua kewajiban di bidang keuangan, terutama pembayaran pajak.

167. Intensifikasi Modal: tingkat pertumbuhan persediaan modal riil yang lebih dibanding pertambahan total angkatan kerja.

168. Interaksi Strategis: situasi pada pasar oligopolistic dimana strategi bisnis setiap perusahaan tergantung pada rencana lawannya.

170. Intervensi: aktifitas pemerintah dalam membeli dan menjual mata uangnya dalam pasar valuta asing untuk mempengaruhi kurs mata uangnya.

171. Inventaris: stok barang yang dimiliki oleh perusahaan, dan perubahan inventaris dihitung sebagai pengeluaran investasi.

172. Investasi: aktifitas ekonomi yang mengorbankan konsumsi pada hari ini untuk meningkatkan output dimasa depan.

173. Investasi (Penawaran Modal): pengeluaran pengusaha untuk membeli barang modal, peralatan memproduksi dan berbagai pengeluaran lain yang bertujuan untuk mewujudkan kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa.

174. Investasi netto: nilai jumlah investasi setelah memperhitungkan cadangan untuk penyusutan.

175. Investment (Investasi): penggunaan modal untuk memperoleh tambahan pendapatan baik melalui investasi yang menghasilkan barang dan jasa maupun melalui penanaman modal tidak langsung yang menghasilkan capital gain.

176. Investment Fund (Reksa Dana): emiten yang kegiatanutamanya melakukan investasi, investasi kembali atau perdagangan efek

177. Investment Stock (Sekuritas Investasi): saham yang diterbitkan atas dasar perjanjian investasi; pada sahamnya tersebut biasanya dicantumkan larangan untuk menjual / memindahtangankan.

178. Investor (Pemodal): perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya dalam efek perusahaan tertentu.

179. Irrevocable Credit; Irrevocable-Letter of Credit adalah surat kredit yang tidak dapat diubah atau ditarik kembali atau dibatalkan tanpa persetujuan dari semua pihak yang berkepentingan.

180. Isocost: suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi, yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang, yang memerlukan biaya yang sama.

181. Isoquant: suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi yang berbeda yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.

182. Issue (Penerbitan): penerbitan saham / obligasi suatu perusahaan pada waktu tertentu; misalnya kalau perusahaan yang bersangkutan “ go public ” ataupun kalau perusahaan memerlukan tambahan modal.

183. Issuer (Penerbitan Efek): badan usaha / pemerintah yang menerbitkan efek melalui pasar modal untuk memenuhi kebutuhan dananya.

184. Izin: Izin yang diberikan Bappebti kepada perseorangan untuk menjadi Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasehat Berjangka, dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka.

185. Izin Usaha: izin usaha yang diberikan Bappebti kepada Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pialang Berjangka, Penasehat Berjangka, dan Pengelolan Sentra Dana Berjangka.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf J

186. Jam Kerja (labor hour): Ukuran untuk menghitung lamanya seorang karyawan melaksanakan pekerjaannya. Misal. seorang buruh harus bekerja 7 jam per hari .

187. Jaminan: Barang tidak bergerak atau bergerak yang dimiliki dan menjadi jaminan pinjaman.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf K

188. Kekayaan Bersih: selisih dari aset yang dimiliki dan utang yang dibebankan.

Istilah Ekonomi Awalan Huruf P

189. Portopolio Rebalancing terdiri dari dua kata dasar yaitu balance berarti seimbang. Jika rebalancing, maka artinya adalah mengembalikan porsi untuk portofolio saham dan juga obligasi.

190. Payung asuransi (umbrella insurance). Jenis asuransi ini tidak hanya berperan menjaga aset yang kita miliki. Tapi payung asuransi juga bisa melindung aset dari tindakan kriminal, seperti pencurian.

Jenis Ekonomi

Dilansir dari Investopedia , berdasarkan studi mengenai ekonomi, jenis ekonomi dipecah menjadi dua disiplin ilmu. Sedangkan konsep dasarnya, terbagi menjadi 5 yang dikutip dari Economics Discussion . Berikut kedua jenis ekonomi:

013 siti rutmawati

www.usatoday.com

1. Mikroekonomi

Berfokus pada bagaimana konsumen individu dan perusahaan membuat keputusan. Individu-individu ini bisa berupa satu orang, rumah tangga, bisnis atau organisasi atau badan pemerintah.

Ekonomi mikro mencoba menjelaskan bahwa menanggapi perubahan harga dan menuntut apa yang mereka lakukan pada tingkat harga tertentu. Menjelaskan bagaimana dan mengapa barang yang berbeda dihargai secara berbeda, individu membuat keputusan keuangan, dan cara berdagang, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan baik satu sama lain.

2. Makroekonomi

Mempelajari ekonomi secara keseluruhan baik di tingkat nasional maupun internasional. Fokusnya dapat mencakup wilayah geografis yang berbeda, negara, benua, atau bahkan seluruh dunia.

Topik yang dipelajari pada makroekonomi, antara lain perdagangan luar negeri, kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, tingkat pengangguran, tingkat inflasi dan suku bunga. Serta pertumbuhan total output produksi yang tercermin dari perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) dan siklus bisnis.

[kur]

Baca Selanjutnya: Istilah Ekonomi…

Halaman

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4