12 Kamera ETLE Dirusak Saat Demo di Jakarta

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, 12 kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) diduga dirusak pada saat demo anarkis, di Jalan Jenderal Sudirman-Mh Thamrin, Jakarta.

“Iya, kamera ETLE ada 12 titik yang dirusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan ya, mungkin dalam waktu dekat ini sudah selesai. Tempatnya banyak ya, masih sekitaran Sudirman-Thamrin, khususnya di dekat pos-pos lantas yang dibakar,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, di Jakarta, Jumat (30/10/2020).

Dikatakan Sambodo, belasan kamera ETLE itu saat ini tidak berfungsi karena berbagai kerusakan. “Ada yang memang panelnya yang rusak, ada yang disogrok sehingga dia posisinya (berubah), ada yang kabelnya putus, dan sebagainya,” ungkapnya.

Menyoal apakah kamera ETLE itu sengaja dirusak, Sambodo menduga seperti itu. “Ya tidak mungkin rusak sendiri kan. Namun, kan ini di depan kamera ETLE ada CCTV juga, nanti kita lihat prosesnya seperti apa yang rusak. Masih dalam penyelidikan (pelakunya) dan beberapa sudah ditangkap juga kemarin, sudah diekspos sama Ditreskrimum,” katanya.

BACA JUGA

45 Kamera ETLE Baru Dioperasikan, Ini Daftar Lokasinya

Terkait apakah selama kamera diperbaiki ada penempatan petugas, Sambodo menuturkan, selama ini di titik-titik kamera ETLE memang tetap ada anggota yang bertugas. “Ini kan masih dalam proses perbaikan. Memang titik-titik yang rusak selama ini kan ada anggota juga. Ada kameranya, ada anggotanya juga,” jelasnya.

Sambodo mengatakan, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengajukan permohonan penambahan kamera ETLE kepada Pemprov DKI Jakarta, terutama di jalur busway dan jalan tol.

“Kami semalam sudah mengajukan proposal kepada Pemprov DKI untuk menambah anggaran pada 2021. Paling tidak sekarang sudah 57, kalau nanti ada penambahan kamera lagi sampai 100 luar biasa. Terutama kamera untuk di jalur busway, kemudian di jalan tol, sehingga kemudian warga masyarakat yang masih mencoba menerobos jalur busway itu bisa tercapture kamera-kamera tersebut,” katanya.

Ihwal berapa idealnya jumlah CCTV atau kamera ETLE yang harus ada di Jakarta, Sambodo mengatakan, sangat banyak. “Wah sebanyak-banyaknya, karena kota-kota besar di dunia sudah ribuan CCTV-nya. Kita akan menuju ke sana. Untuk di Kota Jakarta belum, tetapi kan ini harus bertahap,” ucapnya.

Sambodo menuturkan, kamera ETLE atau CCTV sangat membantu polisi terkait penindakan pelanggar lalu lintas.

Dikatakan, ada beberapa titik yang memang masih perlu ditingkatkan. Ternyata, di titik-titik yang ada kamera ETLE, tingkat disiplin masyarakat meningkat.

“Jadi masyarakat, khususnya di Jakarta, memang itu takut melakukan pelanggaran di titik yang ada kameranya. Terbukti dari statistik menunjukan bahwa di titik-titik yang ada kameranya memang terjadi penurunan angka pelanggaran yang dicapture oleh kamera. Artinya di titik-titik itu terjadi peningkatan disiplin masyarakat,” tandasnya.

Berita terkait: