10 manajer “hedge fund” top dunia hasilkan 20,1 miliar dolar pada 2020

New York – Israel Englander, manajer hedge fund perusahaan manajemen investasi Millennium Management memperoleh 3,8 miliar dolar AS tahun lalu, menjadikannya sebagai bayaran terbesar dari setiap pengelola dana lindung nilai pada tahun lalu, menurut data dari Institutional Investor.

Englander menggandakan lebih dari dua kali lipat gaji 1,5 miliar dolar AS pada 2019 dan menghasilkan 2,0 miliar dolar AS lebih banyak daripada pemimpin daftar tahun-tahun sebelumnya Chris Hohn dan Jim Simons, sekaligus memperoleh keuntungan sebesar 26 persen untuk para investornya.

Dari 10 manajer hedge fund secara global menghasilkan 20,1 miliar dolar AS pada tahun lalu, melonjak 50,2 persen dari 13,4 miliar dolar AS pada 2019, dengan latar belakang pasar yang bergejolak di tengah pandemi virus corona.

Hedge fund atau dana lindung nilai teratas memperoleh keuntungan rata-rata 11,7 persen pada 2020 di tengah aksi jual besar-besaran pada Maret dan penutupan ekonomi besar-besaran setelah munculnya virus corona baru, menurut data dari Hedge Fund Research.

Tetapi dari 10 teratas dengan pengembalian rata-rata 43 persen pada 2020, adalah Coatue Management menghasilkan 65 persen, Renaissance Technologies 76 persen dan Tiger Global Management 48 persen, data dari Institutional Investor menunjukkan.

Semua dari 10 manajer hedge fund teratas menghasilkan lebih dari 1,0 miliar dolar AS pada tahun lalu, dibandingkan dengan delapan manajer pada 2019.

James Simon dari Renaissance Technologies memperoleh 2,6 miliar dolar AS tahun lalu, sementara Chase Coleman dari Tiger Global Management menghasilkan 2,5 miliar dolar AS dan Ken Griffin dari perusahaan investasi Citadel mendapatkan 1,8 miliar dolar AS.

Bill Ackman dari Pershing Square berada di tempat terakhir di 10 besar, dengan gaji 1,4 miliar dolar AS setelah tidak ditampilkan dalam daftar pada 2019.

Baca juga: BNI permudah nasabah kurangi risiko keuangan dengan lindung nilai
Baca juga: Dubes dorong perusahaan Swedia investasi di sektor kesehatan Indonesia
Baca juga: Menperin tegaskan industri global percaya terhadap investasi di Indonesia

Berita terkait: