1.500 vaksinator COVID-19 disebar Pemprov DKI di 488 faskes

Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan 1.500 vaksinator Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang tersebar pada 488 fasilitas kesehatan (faskes) di lima Kota Administratif dan satu Kabupaten Administratif untuk memberi vaksin pada tujuh juta warga.

“Jumlah vaksinator yang telah tersedia di enam wilayah kota dan kabupaten Provinsi DKI Jakarta saat ini sebanyak 1.500 vaksinator dengan sasaran per hari 19.741 target vaksin per hari. Pemerintah juga telah memberikan pelatihan bagi Vaksinator COVID-19 dengan total peserta sebanyak 2.325 orang,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 488 faskes tersebut terdiri dari RSUD, RS vertikal/TNI/Plori, RS swasta, puskesmas, klinik pemerintah/Swasta yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota di DKI Jakarta. Sementara sesuai Permenkes 84 Tahun 2020, pelayanan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah atau swasta yang memenuhi persyaratan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan pos pelayanan Vaksinasi COVID-19, klinik, rumah sakit, atau unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Widyastuti mengatakan 488 faskes di DKI Jakarta itu telah didaftarkan P-Care BPJS sebagai pelaksana imunisasi COVID-19, sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.

Adapun persyaratan bagi fasilitas pelayanan kesehatan melaksanakan vaksinasi COVID-19 adalah:
a. Memiliki tenaga kesehatan pelaksana Vaksinasi COVID-19;
b. Memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis Vaksin COVID-19 yang digunakan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. Memiliki izin operasional Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau penetapan oleh Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sudinkes, Puskesmas, dan fasilitas pemberi vaksin yang sudah terdaftar dalam p-care telah memiliki tempat penyimpanan vaksin, berupa Cold Room untuk Dinkes, Cold Chain untuk Sudinkes, dan Puskesmas sesuai standar WHO yaitu pada suhu 2-8 derajat Celcius, yang terkalibrasi dan termonitor suhunya.

“Manajemen penyimpanan vaksin juga diterapkan oleh petugas secara ketat, untuk memastikan stabilitas vaksin tetap baik dari mulai pabrik, instalasi penyimpanan vaksin, sampai vaksin disuntikkan oleh vaksinator kepada target,” ucapnya.

Widyastuti menambahkan Dinkes DKI Jakarta bersama Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA PP KIPI) telah mempersiapkan tim untuk melakukan pengawasan dampak setelah vaksinasi di setiap tingkatan administrasi.

“Selain itu telah disiapkan 21 rumah sakit rujukan KIPI untuk vaksinasi COVID-19 jika dibutuhkan perawatan akibat KIPI,” ujarnya.

Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama mulai Kamis.

Widyastuti menjelaskan pelaksanaan vaksinasi prioritas kepada tenaga kesehatan yang mendapatkan pesan dari pemerintah pusat dan telah melakukan registrasi ulang.

“Pada tahap pertama termin satu ini, sesuai alokasi dari pusat sasaran SDM Kesehatan untuk vaksinasi COVID-19 Tahap 1 adalah berjumlah 131.000 orang di seluruh fasyankes di DKI Jakarta berdasarkan data di website SI-SDMK per tanggal 11 Januari 2021,” ujar Widyastuti.

Sebelumnya, Widyastuti menyatakan, Dinkes Provinsi DKI Jakarta telah menerima Vaksin Sinovac sebanyak 39.200 vial dari PT Bio Farma sejak 4 Januari 2021, kemudian sebanyak 39.200 vial pada 7 Januari, selanjutnya sebanyak 41.640 vial pada 11 Januari. Saat ini vaksin tersebut disimpan di Cold Room Gudang Vaksin Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Total hingga 11 Januari 2020, kami telah menerima 120.040 vial. Vaksin tersebut hanya untuk 60.000 nakes, dan jumlah tersebut masih kurang karena data nakes dan penunjang di DKI Jakarta yang tercatat sebanyak 131.000 orang, berdasarkan data SI-SDMK per tanggal 11 Januari 2021,” tutur Widyastuti.

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah mulai dilakukan sejak Rabu (13/1) ditandai dengan diberikannya vaksin pada Presiden Joko Widodo dan tokoh berbagai unsur masyarakat di Istana Kepresidenan.

Untuk tahap pertama, pemberian vaksin ini akan menyasar tenaga medis, pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, terutama yang berperan dalam penanggulangan pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: Pemprov DKI akan suntik vaksin 21 tokoh di Jakarta pada Jumat (15/1)
Baca juga: Wagub: DKI siap untuk vaksinasi tahap pertama
Baca juga: DKI dukung vaksinasi COVID-19 dengan keluarnya Ingub 66/2020

Berita terkait: