Published On: Sab, Agu 24th, 2019

Mahasiswa Papua dan Pemuda Malang Tanam Pohon Perdamaian

Share This
Tags
Foto: Times Indonesia

JAKARTA,IJN.CO.ID- Pemuda di Malang bersama puluhan mahasiswa asal Papua di Malang melakukan tanam Pohon Perdamaianbersama. Hal itu bentuk merawat pedamaian di bumi NKRI. Selain itu, dalam acara Malang Tunggal Ika juga digelar makan bersama di Simpang Balapan Jalan Ijen Kota Malang, Jumat (23/8/2019).

Tanam pohon perdamaian enis pohon beringin itu sebagai simbol pohon perdamaian. Pohon diserahkan kepada jajaran Forkopimda oleh David Cristian Nauw, mahasiswa asal Papua yang kuliah di ITN Malang.

“Ini adalah pohon perdamaian yang kami serahkan kepada Wali Kota Malang, jajaran Kapolres di Malang Raya. Kini tak ada lagi konflik. Yang ada adalah perdamaian. Jaga NKRI,” tegasnya sembari menyerahkan pohon perdamaian diatas panggung.

Menurut David, pihaknya berharap dengan gerakan seperti ini, akan mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Termasuk rakyat Papua. “Persatuan untuk kita semua. Dan saya tegaskan, bahwa orang Malang tidak seperti yang diberitakan di media sosial. Yang ada, orang Malang ramah dan cinta perdamaian,” katanya.

Usai pohon perdamaian diserahkan, jajaran Forkopimda Malang Raya, langsung menanam pohon tersebut di taman Simpang Balapan. Penanaman juga dilakukan secara serentak Bersama mahasiswa asal Papua di Malang.

Usai penanaman pohon, acara bertema “Malang Bhinneka Tunggal Ika Indah di Bhumi Arema” itu, dilangsungkan senyum Bersama dengan rama. Bernyayi Bersama dan juga makan Bersama. Makan bersama digelar secara lesehan dan sartu wadah. Khas Nusantara.

“Ini adalah bukti bahwa kita bersaudara. Kita punya Bhinneka Tunggal Ika. Malang indah dan damai. Tidak ada intimidasi kepada siapapun, terutama saudara kita dari Papua,” jelas Presiden Jaringan Satu Indonesia (JSI), Abdul Qadir, ditemui saar acara makan bersama.

Selain makan bersama, ada penanaman pohon perdamaian. “Perdamaian adalah milik semua rakyat Indonesia. Malang memulai bahwa kita Bhinneka Tunggal Ika. Semua untuk menjaga NKRI dan Pancasila,” katanya.

Sementara itu, menurut Ketua HMI Cabang Malang, Sutriyadi, yang juga menjadi pelopor dari acara tersebut, bahwa kegiatan tersebut membawa pesan, di Malang bisa makan bersama, tanam pohon perdamaian bersama dan kumpul Bersama.

“Tanpa dihalang-halangi adanya perbedaan dan latar belakang, budaya dan agama. Itulah Bhinneka Tunggal Ika. Mari bersama-sama menjaga NKRI. menjaga perdamaian di Bhumi Arema,” katanya.

Tanam pohon perdamaian di acara Malang Tunggal Ika oleh para pemuda Malang dan mahasiswa asal Papua yang di Malang itu yang digelar aktivis dari HMI, GMNI, PMII, GP Ansor dan NU, adalah bentuk seruan perdamaian untuk Indonesia. “HMI sebagai bagian dari anak kandung NKRI, siap mengawal perdamaian di Indonesia,” tegas pria yang akrab disapa Yadi itu. (*)

( sumber: Times Indonesia)