Published On: Kam, Jul 11th, 2019

JALASENASTRI KOLINLAMIL KUNJUNGI MUSEUM BAHARI

Share This
Tags

JAKARTA, IJN.CO.ID ——— Cabang 1 dan 2 Pengurus Gabungan (PG) Jalasenastri Kolinlamil melaksanakan  Kunjungan Kerja ke Museum Bahari Jl. Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (11/7). Kunjungan dipimpin oleh Ketua cabang I Ny. Arief Muchtarom dan dikoordinir oleh Ketua Cabang 2 Ny. Heri Winarno ini diikuti seluruh pengurus dan anggota kedua cabang. Kunjungan ini merupakan implementasi program kerja dan sesuai arahan Ketua PG Jalasenastri Kolinlamil Ny. Yayuk Heru Kusmanto, agar pengurus cabang Jalasenastri di Kolinlamil melaksanakan berbagai kegiatan yang positif yang dapat menambah wawasan dan meningkatkan kesejahteraan anggota jalasenastri di cabang masing-masing.
Kunjungan kerja kali ini, cabang 1 dan 2 sengaja memilih Museum Bahari karena museum ini merupakan sarana yang tepat dalam menambah wawasan dan pengetahuan tentang berbagai hal, khususnya terkait kebaharian dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah nenek moyang bangsa Indonesia serta keangkatan-lautan. 
Museum bahari ini awalnya merupakan gudang rempah yang dibangun pada tahun 1652. Memiliki tiga lantai dengan dinding yang tebal khas bangunan VOC.Dari tahun ke tahun gudang ini mengalami banyak perubahan dan pada tanggal 7 Juli 1977 diresmikan menjadi Museum Bahari. Di dalam museum ini terdapat banyak koleksi benda-benda bersejarah kelautan peninggalan VOC, perahu-perahu, baik asli maupun replika, alat navigasi pelayaran, berbagai foto-foto dan lukisan.
Usai mempelajari sejarah dengan melihat benda-benda koleksi museum yang bernilai historis tinggi, Rombongan Jalasenastri Kolinlamil ini menjelajahi kawasan pusat Kota Jakarta dengan mencoba moda transportasi yang sedang di gandrungi masyarakat dan menjadi moda transportasi modern terbaru di jakarta yaitu MRT _(Mass Rapid Transit)._  Rombongan naik dari Stasiun Bundaran HI menyusuri tiap stasiun sampai dengan Lebak Bulus, hingga kembali lagi ke Bundaran HI. First impression ketika memasuki stasiun MRT ini, terasa nyaman dan kesan mewah, modern serta bebas macet dan kebisingan jalan raya. Para istri-istri prajurit tersebut berharap moda transportasi ini dapat menjangkau kantong-kantong perumahan tempat mereka tinggal. 

Kunjungan kerja kali ini, terasa lebih lengkap dengan mengunjungi pusat hasil kerajinan Batik di Jakarta, di Thamrin City. Berbagai jenis batik khas nusantara ada disini, dari harga termurah sampai termahal. Tentu kunjungan ke Thamrin City ini bukan untuk sekedar berbelanja, namun mencari peluang bisnis yang dapat dilakukan oleh para anggota Jalasenastri Kolinlamil dalam membantu suami dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta sekaligus mencari pola/design yang tepat untuk dikembangkan. (Fidel).