Published On: Sab, Agu 24th, 2019

Gajah dan Petani Aceh Timur Terancam Akibat Maraknya Aktivitas Ilegal Logging

Share This
Tags

ACEH TIMUR – IJN.co.idWarga Kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur kembali dilanda resah, pasalnya puluhan ekor gajah liar kembali merusak puluhan hektar tanaman warga, akibatnya petani troma dan merugi hingga puluhan juta rupiah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar 10 hektar tanaman milik warga dan satu unik gubuk di Desa Seneubok Bayu, kecamatan Indra Makmu kembali di rusak Gajah pada Kamis, 22 Agustus sekitar pukul 01.00 WIB.

Romi Syahputra, ketua Gerakan Pemuda Indra Makmu (GPIM) menilai aksi gajah liar yang kerab turun ke kebun dan pemukiman warga itu kerena dampak dari meraknya aktivitas ilegal logging diduga tegah terjadi hutan-hutan Aceh Timur.

Menurutnya, Gajah umumnya takut suara bising atau gemuruh. Suara mesin gergaji mesin yang mengaum di sekitar habitat mereka membuat para gajah terpaksa menyingkir, mencari tempat yang lebih aman dan tenang. Pungkas Romy saat di temui awak media ini. Sabtu, 24 Agustus 2019.

Romy sangat khawati jika pemerintah dan pihak keamanan tidak serius membrantas para ‘mafia’ ilegal logging di hutan-hutan Aceh Timur ini akan sangat terancam bagi Petani, akibatnya warga terus takut dan troma untuk berkebun, bahkan akan merugi puluhan juta rupiah tiap tahunnya.

Selain itu juga sangat teramcam bagi alam dan lingkungan di hutan Aceh Timur, dan juga sangat terancam bagi gajah liar, yang kita khawatirkan akan terus menyukut jika ilegal logging terus terjadi tanpa bisa ditanggulagi.
“Semut saja kalau diganggu sarangnya akan marah. Apalagi gajah” kata Romi yang juga pengurus inti Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT).

Romy mengajak seluruh eleman Masyarakat di sekitar hutan agar berperan dalam mencegah aksi illegal logging yang bukan saja mengganggu habitat hewan-hewan yang ada di hutan, tapi juga lingkungan secara keseluruhan. 

“Mari kita jaga lingkungan dan hutan kita demi anak cucu masa depan nanti, bayangkan keuntungan yang diraih oleh oknum ‘mafia’ ilegal logging itu yang kita tidak tau asalnya dari mana, meraka mendapatkan untung besar yang di pulangkan ke keluarganya, namum kita bersama keluarga dan anak cucu kita masa depan hanyak mendapatkan dampak buruk dari ulah mereka, dan selepas hasil alam kita habis mereka akan pulang ke kampung dan kekuarganya yang tidak akan pernah merasakan dampaknya” pungkas Romy dengan berharap penuh kepada pihak keamanan serius membrantaskan ilegal logging di hutan Aceh Timur.

Putra asli Indra Makmu ini berharap kepada pemetintah agar serius memberdayakan para penduduk di sekitar hutan. Menurutnya, hal itu sangat ekfetif untuk mencegah masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal logging.
“Dengan begitu mereka akan memjadi penjaga hutan, bahkan mereka juga akan berkembang untuk bertahan hidup tanpa harus ketergantungan dari menumbang kayu” Tutup Romy.