Published On: Sen, Okt 22nd, 2018

Diskusi IMM Maluku: Blok Masela Belum Memerdekakan Rakyat Maluku dari Ketertindasan Ekonomi

Share This
Tags
(foto;dok.IJN)

(foto;dok.IJN)

AMBON,IJN.CO.ID  – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Maluku Gelar Seminar Pemuda dan Ekonomi Bangsa kegiatan tersebut dengan mengusung tema “Peran Pemuda dan Pemerintah dalam mengembangkan Ekonomi Rakyat” Hal ini terus di lakukan untuk mengembangkan sumberdaya alam yang cukup dan sumberdaya Manusia (SDM), Minggu, (21/10/2018).

Sekretaris DPP IMM Rimbo Bugis kepada media ini saat dihubungi melalui whatsap menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada pagi tadi itu merupakan kegiatan yang dilaksanakan dari organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) digelar di kampus IAIN Ambon.

Ia juga menegaskan kepada semua anak muda yang ada di Provinsi Maluku bahwa, “Saat ini seharusnya anak muda sudah betul betul mempersiapkan diri untuk mengurus segala macam problematika yang ada di Provinsi Maluku. Pasalnya, sumberdaya alam berupa Minyak dan Gas (Migas) yang kita miliki saat ini merupakan peluang besar. Namun sekarang dikelola PT. Inpex Coperation yang merupakan salah satu perusahan Jepang,”Tegas Rimbo Bugis.

(foto:dok.IJN)

(foto:dok.IJN)

Menurutnya, “Dengan adanya sumber daya alam yang ada di blok Masela, hal ini menjadi peluang besar untuk terbukanya lapangan kerja yang lebih banyak untuk memerdekakan masyarakat dari ketertindasan masalah ekonomi yang dihadapi rakyat, dimana kebutuhan hidup sehari hari tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup keluarga” kata Rimbo Bugis.

Selaku generasi Maluku, Anak daerah kec. Manipa itu sangat prihatan dengan sikap pemerintah pusat terhadap Provinsi Maluku terikat pengelolaan Blok Masela yang saat ini di kuasai penuh Pemerintah pusat dan PT. Inpex Coperation. Pemerintah pusat seakan lupa dengan deklarasi Juanda yang menyatukan laut dan darat menjadi satu kesatuan Bangsa indonesia yang di dalamnya juga ada Maluku.

“Kalau pengelolan sudah diambil penuh oleh pemerintah pusat dengan alasan berapa mil dari bibir pantai itu milik Maluku dan selebihnya milik Negara maka negara juga bertanggungjawab untuk memerdekakan Rakyat maluku yang masih tertingal ekonominya.” Tambah Rimbo

Ia menambahkan apalagi Maluku saat ini terdaftar secara Nasional sebagai Provinsi termiskin ke Empat.Oleh karna itu, rakyatnya masih banyak yang miskin. Dan untuk menggatasi masalah ini, pemerintah daerah juga jangan reaktif terhadap kritis anak muda terutama mahasiswa. Karena kritik mahasiswa itu dorongan dan solusi memperbaiki derah,“Paparnya. (Supardi Tiakoly)