Published On: Jum, Mei 24th, 2019

Diki Candra dan Prof Anwar Tantang Rizieq Shihab dan Amien Rais Melakukan Mubahalah

Share This
Tags

JAKARTA, IJN.CO.ID – Ketua Umum Militan 34 Prof DR H Anwar Husin SH dan Ketua Muslim Cyber Army Jokowi-Maruf Amin Diki Candra menggelar jumpa pers dengan awak media di Hotel Fave Pusat Grosir Cililitan Jakarta, Selasa (21/5).

Mereka berdua mewakili Kelompok Relawan 01 lainnya, menantang Rizieq Shihab dan Amien Rais bermubahalah, karena dinilai telah melontarkan pertanyaan yang membuat gaduh masyarakat Indonesia dan membuat instruksi gerakan Makar People Power. 

Tantangan itu terkait tudingan Pemilu 2019 penuh kecurangan serta kubu 01 melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
Dalam ajaran Islam, arti mubahalah adalah mengadu sumpah dan memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang berdusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

“Jika yang disampaikan benar, maka mari bermubahalah dengan saya, tentu harus sesuai dengan definisi,” ujar Ketua Muslim Cyber Army Jokowi-Maruf Amin Diki Candra
“Jadi misal terstruktur, definisinya yakni ada struktur yang dibentuk untuk kecurangan. Kalau sistematis, itu berarti kecurangan dirancang sedemikian rupa, relawannya dilatih,” katanya lagi. 

Apabila HRS dan Amien Rais bisa membuktikan dan yakin ada kecurangan yang TSM, lanjut Diki, maka seharusnya mereka berani bermubahalah dan tak keberatan bersumpah untuk sesuatu yang diyakini benar.

Mubahalah, lanjut Diki, juga harus dilakukan dengan benar sesuai syariat Islam, yakni bertemu kedua belah pihak dengan membawa keluarga yang bersangkutan juga. Kalau perlu MUI sebagai fasilitator, mediator,” tuturnya.

Lebih lanjut, Diki menyatakan keseriusan kubu 01 untuk melakukan mubahalah dengan mengirim surat secara resmi kepada pihak-pihak tersebut, yakni Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Natsir.

Saya sampaikan juga di surat mubahalah, nomor handphone saya untuk bisa dihubungi kapan bisa untuk mubahalah,” tegasnya. 
People Power itu merupakan pengkhianatan bagi umat Islam, karena People Power banyak negatifnya dibandingkan dengan positif. Nah, sampai saat ini tidak ada jawaban dari tantangan mubahala kami,” jelas Diki.

Oleh sebab itu, untuk meredakan aksi tersebut, hanya Habib Rizieq Shihab dan Amien Rais serta Prabowo yang bisa menghentikan gerakan People Power ini, tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Militan 34 Prof DRH Anwar Husin SH menambahkan, “kami meminta kepada pemerintah agar dapat mencabut kewarganegaraan Habib Rizieq Shihab, karena rencana beliau membuat perpecahan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harap DR H Anwar Husin.
Prof Anwar juga menegaskan bahwa Mubahalah adalah doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memohon jatuhnya laknat Allah SWT atas siapa yang berbohong. 

“Mubahalah dilakukan di hadapan para ulama kedua belah pihak atau di hadapan MUI, dan karena saudara Muhammad Rizieq Shihab ada di luar negeri, bisa dilakukan secara telekonfrensi, dengan semua caranya yang sesuai syariat Islam,” pungkas Prof Anwar. (Fidel)