Published On: Sen, Jan 14th, 2019

Cegah Penyakit Menular KRI Teluk Bintuni 520 Difumigasi

Share This
Tags
1a
JAKARTA, IJN.CO.ID – Dinas Kesehatan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) melaksanakan fumigasi KRI Teluk Bintuni 520 yang sandar di dermaga Demak Selatan Koarmada II, Surabaya, Senin (14/1). KRI Teluk Bintuni-520 yang dikomandani Letkol Laut (P) (P) Suroto ini baru saja melaksanakan dukungan operasi angkutan laut untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.
Fumigasi dilakukan dalam rangka upaya pemeliharaan kesehatan prajurit agar terhindar dari penyakit menular yg dibawa oleh hama dan serangga seperti tikus, kecoa, nyamuk dll. Selain itu untuk menjaga komponen-komponen elektronik di kapal agar tidak rusak akibat tikus dan kecoa.
Menurut Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) dr. Herman Gofaradi, Sp.OT. Kegiatan fumigasi yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari program kerja Diskes Kolinlamil yang diselengggarakan setiap triwulan dengan skala prioritas untuk pemeliharaan kapal perang dari serangan hama diantaranya tikus, kecoa, lalat, laba-laba dan hama lainnya yang dapat merusak kelengkapan peralatan dalam mengoperasikan kapal perang.
Demikian pula, kegiatan fumigasi ini juga dapat membasmi keberadaan nyamuk aedes aegypti yang dapat menyebabkan demam berdarah maupun jenis nyamuk anopheles yang bisa menyebabkan penyakit malaria yang mungkin bersarang di kapal perang.
Selain itu, dengan fumigasi tersebut diharapkan dapat menciptakan dan meningkatkan lingkungan yang sehat didalam kapal perang terutama bagi anak buah kapal selama melaksanakan kegiatan dan aktivitas dikapal perang dalam kegiatan operasi maupun selama dipangkalan.
Kegiatan fumigasi oleh tim Diskes Kolinlamil ini berjumlah 6 orang dengan dibantu dari 4 personel Balai Pengobatan Satlinlamil Surabaya dengan pelaksanaan fumigasi mulai dari penyemprotan/pengasapan sampai bekerjanya obat secara efektif dibutuhkan waktu sekitar 20 sampai 24 jam dengan kondisi ruang-ruang kapal perang tertutup rapat dengan menggunakan obat jenis Methyl Bromide 98 %. Sedangkan untuk bagian atau daerah pojok-pojok kapal, setelah dilaksanakan fumigasi disebarkan Mephos berbentuk tablet guna memaksimalkan pemusnahan tikus, kecoa, lalat dan laba-laba serta hama lainnya. (Fidel )