Published On: Rab, Mei 15th, 2019

BWI Selenggarakan Media Gathering Mengubah Paradigma Tentang Wakaf, Infaq dan Sedekah di Masyarakat

Share This
Tags

JAKARTA, IJN.CO.ID – Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus melakukan usaha-usaha untuk mensosialiasikan Wakaf Produktif di kalangan masyarakat luas. Dalam usaha itu, BWI menyelenggarakan Media Gathering dan Bincang Wakaf Wakaf Produktif dengan kalangan wartawan-media cetak, elektronik, dan online-serta lembaga keuangan syariah, nazhir, dan stakeholder.

Ketua BWI, Mohammad Nuh, membuka ‘Media Gathering dan Bincang Wakaf Produktif’ bersama wartawan, di Jakarta, Selasa (14/5/2019) mengatakan Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus berupaya mengubah paradigma yang selama ini terbangun di tengah masyarakat terkait wakaf, infaq dan sedekah.

Paradigma masyarakat bahwa wakaf itu sama seperti infaq dan sedekah perlu diubah secara perlahan-lahan. Sebab, wakaf merupakan gabungan antara sosial dan entrepreneur. Kalau kesadaran ini menjadi komitmen bersama, maka bisa membangun peradaban bangsa,” ujar M Nuh.

Dia menambahkan, “kalau infaq dan sedekah itu analoginya masyarakat diberi ayam lalu disembelih atau diapakan saja. Tapi kalau wakaf, sebaliknya di mana ayam itu tidak boleh langsung disembelih, melainkan harus diternak dan menjadi produktif dari telurnya sampai membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Mantan Mendikbud di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, beberapa program BWI, khususnya terkait dengan wakaf yang produktif, serta wakaf linked sukuk yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sudah mulai berkembang dengan baik.

Humas BWI, Susono Yusuf mengatakan, acara ini kita selenggarakan, karena kita sadar atas nilai strategis media massa dalam usaha mensosialisasikan kegiatan Wakaf Produktif.

”Terimakasih atas kehadiran teman-teman. Kami para pengurus BWI sangat senang dan gembira melihat teman-teman wartawan yang dengan semangat menghadiri undangan kami. Sekali Iagi terimakasih atas semuanya,” tegasnya.


Semua itu, diakui oleh Susono yang akrab dipanggil Sony, masih belum banyak dikenal masyarakat. Untuk itu, melalui Media Gathering dan Bincang Wakaf ini, yang melibatkan para wartawan yang penuh semangat, serta kalangan penggiat atau semakin dikenal masyarakat luas.
”Saya harap para hadirin akan bisa memberikan masukan dalam forum ini, bagaimana mensosialisasikan program wakaf ini.

Kami yakin, teman-teman wartawan lebih faham, bagaimana mensosialisasikan wakaf ini,’ tegasnya.
Karena itu, BWI mengapresiasi pada media massa, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), serta Nazhir Wakaf yang telah membantu dan berkontribusi memajukan wakaf nasional.

Sementara itu, LKS-PWU yang dianggap berpartisipasi, mampu bekerjasama, dan mendukung BWI dalam memajukan perwakafan nasional, yakni BNI Syariah, CIMB Niaga Syariah, BJB Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank DKI Syariah.

Sekarang wakaf sudah sangat luas pemahamannya. Mulai dari uang, saham, deposito, asuransi, bahkan hak property righ, juga bisa diwakafkan. Inilah yang harus dikembangkan agar BWI mampu mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (Fidel)