Published On: Jum, Feb 14th, 2020

Avnos Menyederhanakan Sistem Perlindungan Cyber

Share This
Tags

JAKARTA, IJN.CO.ID – Pertumbuhan Industri Cyber security secara global ditandai oleh masifnya kegiatan manusia yang secara terus-menerus berhubungan dengan internet. Cyber security adalah kata kunci besar untuk semua bidang yang berkaitan dengan komputer dan upaya untuk membuat Internet lebih aman untuk bisnis, pemerintah dan konsumen.
Keamanan cyber terdiri dari teknologi, proses dan kontrol yang dirancang untuk melindungi sistem, jaringan, dan data dari serangan cyber. Keamanan cyber yang efektif mampu mengurangi risiko serangan cyber, melindungi organisasi dan individu dari eksploitasi sistem, jaringan, dan teknologi yang tidak sah.
ACA Pacific Indonesia telah resmi menjadi distributor perusahaan perangkat lunak asal UK, Avnos di Indonesia. Mengenal lebih dekat, Avnos adalah perusahaan startup Cyber Security Global yang baru saja memindahkan kantor pusatnya di APAC dari Singapura Ke Indonesia. ACA Pacific menggelar pemaparan publik di Hotel Morrissey, Jakarta, Rabu (12/02/2020) untuk menjelaskan terkait kerjasama yang baru terjalin dengan Avnos.

Country Manager PT ACA Pacific, Bapak Wiranto menyatakan bahwa kerjasama ini nantinya akan meningkatkan bisnis khususnya pada sektor cyber security dan juga kami yakin kolaborasi ini akan berkembang dengan pesat karena hampir semua sektor bisnis saat ini sangat membutuhkan pengamanan digital bagi bisnisnya.

Menyikapi fenomena tersebut, CEO PT Avnos Global Indonesia, Ivan Goh mengatakan industri cyber security berada dalam tataran crowded market. Serangan dari virus juga terus berkembang, dan teknologi pertahanan yang melatarbelakanginya pastinya juga akan berkembang.
Avnos memiliki beberapa produk yang dapat menjadi solusi itu salah satunya, Avnos Decentralised Software-Defined Firewall (DSDF) yang dapat membantu perusahaan mendefinisikan kembali teknologi pertahanan mereka yang ada, dan juga memperluas pertahanan secara global dengan memberikan perlindungan yang selalu aktif untuk perangkat dimana pun mereka berada.
Di Era IoT sekarang ini dimana perimeter jaringan tradisional saat ini telah berkembang melampaui jaringan internal perusahaan hingga ke cloud publik, Avnos DSDF menjadi teknologi yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dari semua sektor industri. Melihat parimeter jaringan tradisional saat ini, metode baru firewall dengan berlapis lapis pada Avnos Decentralised Software-Defined Firewall mampu memperkecil permukaan serangan cyber perusahaan mereka.
“Avnos bergerak dan membuat kebijakan lebih cepat jika dibandingkan dengan perusahaan besar. Sehingga, secara langsung itu yang mengharuskan kita untuk selalu kompetitif di dalam sebuah crowded space. Jadi, inovatif dan selalu berusaha untuk relevan di setiap produk yang kami miliki,” ungkapnya.
“Bukan sebuah proses yang mudah, Avnos boleh dibilang baru, produk yang kami miliki selalu berkembang dan membutuhkan waktu dalam mengedukasi customer dan juga partner yang kami miliki,” tuturnya.
Mengingat perimeter jaringan tradisional saat ini metode baru firewall dengan perlindungan berlapis-lapis pada Avnos DSDF mampu memperkecil permukaan serangan. Kami juga vendor pertama, setidaknya di Indonesia, yang mendukung proteksi untuk dua sistem sekaligus yaitu operating sytem dan security system,”  tutur Goh
“Menyederhanakan sistem perlindungan cyber memang menjadi salah satu nilai yang diusung Avnos. Konsep tersebut membuat konsumen tidak perlu menggunakan berlapis-lapis proteksi”, pungkas Goh.