Published On: Kam, Sep 13th, 2018

Unpatti Ambon Kerja Sama dengan Swedia Rilis Perusahan Internasional

Share This
Tags
Gino Limmon (kiri) dan Niclas Adler (kanan) usai Konferensi Kelautan di London, Inggris, 6 September lalu.(foto:Ist)

Gino Limmon (kiri) dan Niclas Adler (kanan) usai Konferensi Kelautan di London, Inggris, 6 September lalu.(foto:Ist)

JAKARTA,IJN.CO.ID  – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyongsong era modern dengan beragam inovasi. Sadar akan keragaman hayati laut Maluku yang sangat tinggi, tapi potensinya belum dikelola secara optimal, Rektor Unpatti, Prof. Dr. Marthinus Johannes Saptenno sontak pasang kuda-kuda.

Sejak 20 Agustus lalu, ia teken kontrak perjanjian kerja sama dengan kelompok ilmuan asal Swedia yang sudah melakukan kolaborasi penelitian dengan Unpatti di bawah nama Proyek ‘SeaHeal’ sejak 2013. Mereka pun mendirikan sebuah perusahan, PT SeaHeal Ventures. Proyek SeaHeal Unpatti itu resmi diperkenalkan secara internasional dalam sebuah Konferensi di London, Inggris pada 3-6 September.

Adalah DR Gino Limmon yang pada saat itu hadir langsung mewakili Unpatti sekaligus diperkenalkan sebagai Direktur Joint Venture proyek baru itu. Menurut DR Gino Limmon, respons peserta international sangat luar biasa Karena tak Banyak perusahan yang serius memanfaatkan atau mengembangkan potensi keragaman hayati laut sebagai sumber bahan obat.

“Besar harapan kami bila masyarakat dan pemerintah menyadari besarnya nilai ekonomi yang dikandung oleh ekosistim laut seperti terumbu karang, maka kelestarian ekosistem tersebut bisa lebih terjaga. Bioprospeksi atau eksplorasi organisme laut Maluku sebagai sumber bahan baku obat-obatan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi keanekaragaman hayati laut Maluku,” ujar DR Gino Limmon yang juga Direktur Pusat Kemaritiman dan Kelautan Unpatti Ambon ini kepada media, Kamis (13/9)

Obat Dari Organisme Laut

Komisaris PT SeaHeal Ventures Prof. DR. Niclas Adler pun ikut memuji Unpatti sebagai bagian dari Provinsi yang punya sumber daya hayati laut begitu luar biasa. “Provinsi Maluku pun beruntung masih bisa mengakses sejumlah besar keanekaragaman hayati laut yang belum tersentuh tangan manusia. Sangat penting untuk bisa membuktikan potensi ekonomis sumber daya hayati laut tersebut sehingga investasi yang dibutuhkan untuk melindungi keanekaragaman hayati laut tersebut dapat diwujudkan,” kata Niclas.

Perusahaan PT SeaHeal Ventures yang baru ini selanjutnya akan membentuk tim peneliti dibawah pimpinan DR. Gino Limmon yang akan berkolaborasi erat dengan pusat penelitian SeaHeal di Karolinska, Stockholm, yang akan di pimpin oleh Prof.DR. Laszlo Szekely untuk mengembangkan obat penyakit kronis seperti kanker. Proyek SeaHeal menggunakan teknologi eksklusif yang dikembangkan oleh para mitra Swedia yang memungkinkan penapisan senyawa bioaktif dan sifat medis dari organisme laut secara sangat efektif sehingga penemuan bahan obat dari organisme laut dapat dipercepat.

Unpatti baru-baru ini juga telah berinvestasi dalam membangun pusat bioteknologi kelautan beserta armada penelitian yang baru dibawah Pusat Kemaritiman dan Kelautan Unpatti. PT SeaHeal Ventures merupakan perusahaan pertama yang didirikan oleh Unpatti sesudah BLU yang merupakan strategi Rektor Unpatti, Prof. DR. Marthinus Johannes Saptenno, untuk membawa penelitian Unpatti ke arah aplikasi komersil dan pasar international.

“Unpatti sejak beberapa tahun terakhir ini telah melakukan investasi dalam bidang bioteknologi kelautan dan kini kami sangat bangga dan puas melihat adanya minat internasional atas hasil kerja Unpatti. Saya percaya inisiatif ini merupakan sebuah potensi dan juga merupakan kesempatan besar bagi Unpatti maupun Provinsi Maluku dengan adanya sebuah perusahaan baru yang berdasarkan teknologi terkemuka di dunia yang memiliki keinginan kuat untuk mengekspor pelayanan dan produk-produk berbasis teknologi ke dunia luas,” kata Saptenno.(*/jef)