Published On: Sen, Apr 16th, 2018

KTT Liga Arab : Raja Salman Kecam Iran dan Amerika Serikat

Share This
Tags
(foto:Ist)

(foto:Ist)

DHAHRAN,IJN.CO.ID – Raja Arab Saudi Salman pada hari Minggu (15/4) mengecam “campur tangan terang-terangan” Iran dalam urusan regional ketika para pemimpin Arab bertemu di kerajaan untuk pertemuan tahunan.

Membuka KTT Liga Arab ke 29, Raja Salman juga mengecam keputusan Amerika untuk memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem dan menggambarkan “terorisme” sebagai tantangan terbesar yang dihadapi para pemimpin Arab.

Tujuh belas pemimpin dari seluruh dunia Arab – kecuali Presiden Suriah Bashar al-Assad – berkumpul di kota timur Arab Saudi, Dhahran untuk melakukan KTT, yang tahun ini dilangsungkan sementara kekuatan dunia saling berhadapan dalam soal Suriah dan meningkatnya ketegangan antara Riyadh dan Teheran .

KTT itu dibuka hanya 24 jam setelah sejumlah serangan yang diluncurkan oleh Amerika, Inggris dan Perancis mencapai target yang mereka katakan terkait dengan pengembangan senjata kimia di Suriah, yang keanggotaannya di liga Arab ditangguhkan tujuh tahun lalu.

Tetapi Raja Salman menghindari penyebutan Suriah dalam pidatonya, sementara kursi yang bertanda “Republik Arab Suriah” di ruang KTT itu kosong.

Sebaliknya, Raja Salman berfokus pada persaingan dengan musuh lamanya Iran yang jaraknya hanya 160 kilometer (100 mil) di seberang Teluk dari Dharan.

“Kita memperbarui kecaman keras kita terhadap tindakan teroris Iran di kawasan Arab dan menolak campur tangan terang-terangannya dalam urusan negara-negara Arab,” kata raja itu.

Meskipun menjadi pendukung Amerika, Raja Salman juga mengecam keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk mimindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Kita menegaskan kembali penolakan kita terhadap keputusan AS mengenai Yerusalem,” kata Salman. “Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina,” tandasnya.

Para menteri Arab pada pertemuan pendahuluan di Riyadh, hari Kamis yang berfokus pada pemblokiran langkah itu, dengan suara bulat mengutuk keputusan Trump.

Raja Salman hari Minggu mengumumkan sumbangan 150 juta dolar untuk pemeliharaan warisan Islam di Yerusalem Timur.

Arab Saudi mendorong sikap yang keras dan terpadu melawan saingan regionalnya Iran pada pertemuan tahunan 22 negara anggota Liga Arab itu.

Kedua raksasa regional itu mendukung pihak–pihak yang saling bermusuhan termasuk di Libanon, Suriah dan di Yaman selatan tetangga Arab Saudi.

KTT Liga Arab, yang dibentuk tahun 1945, jarang menghasilkan tindakan. Terakhir kali blok tersebut melakukan langkah konkret adalah pada 2011, ketika Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah terkait peran rezim Assad dalam perang.

Perang Suriah, konflik yang paling kompleks di kawasan itu, merupakan alasan pertikaian yang mengadu Arab Saudi dan sekutu-sekutunya, yang utamanya mendukung pemberontak Sunni, melawan pendukung rezim Iran dan sekutunya Hizbullah di Lebanon.

Negara-negara Arab Teluk Persia telah membuat sumbangan besar-besaran ke Suriah tetapi belum secara resmi menawarkan suaka kepada warga Suriah.Demikian dilaporkan VoA. (IJN)