Published On: Ming, Apr 15th, 2018

Nikki Haley ‘Si Wanita Besi’ Menggebrak PBB Mengalahkan Putin

Share This
Tags
(foto:Ist)

(foto:Ist)

IJN.CO.ID – Inggris, Perancis, dan Amerika bertindak, bukan sebagai pembalasan, bukan sebagai penghukuman, bukan sebagai pameran kekuatan simbolis. Demikian keterangan Nikki Haley, Duta Besar Amerika untuk PBB. “Kami bertindak untuk mencegah penggunaan senjata kimia di masa depan dan menuntut pertanggungjawaban rezim Suriah atas kekejamannya terhadap kemanusiaan.”

Amerika, Inggris, dan Perancis, Sabtu (14/4) mengatakan serangan militer mereka terhadap sarana penyimpanan dan penelitian senjata kimia Suriah adalah sah dan beralasan.

Pada pertemuan darurat DK PBB yang diupayakan oleh Rusia, ketiga kekuatan itu membantah tuduhan Moskow bahwa mereka telah melanggar hukum internasional dan peraturan Piagam PBB.

(foto:Ist)

(foto:Ist)

“Inggris, Perancis, dan Amerika bertindak, bukan sebagai pembalasan, bukan sebagai penghukuman, bukan sebagai pameran kekuatan simbolis,” kata Nikki Haley, Duta Besar Amerika untuk PBB. “Kami bertindak untuk mencegah penggunaan senjata kimia di masa depan dan menuntut pertanggungjawaban rezim Suriah atas kekejamannya terhadap kemanusiaan.”

Pemungutan suara yang dilakukan pada akhir pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Rusia, dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, hanya China dan Bolivia yang mendukung.

Sebaliknya delapan negara memilih menentang usul resolusi Rusia itu, yaitu Amerika, Perancis, Inggris, Belanda, Swedia, Kuwait, Polandia dan Pantai Gading. Empat negara lain menyatakan abstain, yaitu Ethiopia, Kazakhstan, Guinea dan Peru

Dubes Haley mengatakan Amerika yakin serangan ini telah melumpuhkan program senjata kimia Suriah.Haley berhasil menyakinkan negara-negara anggota Dewan Keamanan yang mendukugnya.

(foto:Ist)

(foto:Ist)

SIAPA NIKKI HALEY ?

Nikki Haley adalah seorang politikus Amerika Serikat yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB. Ia sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Carolina Selatan dari Januari 2011 sampai Januari 2017. Sebelum masa jabatannya sebagai gubernur, Haley adalah anggota Dewan Perwakilan Carolina Selatan dari tahun 2005 sampai terpilih sebagai gubernur.

Haley adalah Gubernur wanita pertama Carolina Selatan dan gubernur kedua di Amerika Serikat yang memiliki garis keturunan India, setelah Bobby Jindal, yang juga berasal dari Partai Republik. Pada 2016, Haley masuk ke dalam daftar “100 Orang Paling Berpengaruh” menurut majalah Time.

(foto:Ist)

(foto:Ist)

Pada 23 November 2016 Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan niatnya untuk mencalonkan Haley menjadi Dubes AS untuk PBB. Pada 20 Januari 2017, Presiden Donald Trump mengirim nominasi Haley ke Senat Amerika Serikat.

Pada 24 Januari 2017, Haley dikonfirmasi dan disetujui oleh Senat untuk menjadi Duta Besar AS untuk PBB, dengan keputusan 96 senator setuju sementara 4 lainnya menolak. Empat senator yang menentang Haley adalah: Senator Bernie Sanders, Martin Heinrich, Tom Udall, dan Chris Coons.

Coons mengatakan bahwa ia menentang nominasi karena, “ia tidak meyakinkan saya bahwa ia mengerti dan merangkul prinsip-prinsip kebijakan luar negeri bahwa Amerika Serikat telah berjuang selama 70 tahun terakhir untuk melayani secara efektif sebagai duta besar AS untuk PBB.” Tak lama kemudian, Haley mengundurkan diri sebagai Gubernur Carolina Selatan dan Wakil Gubernur Henry McMaster menggantikan dirinya sebagai Gubernur Carolina Selatan.

(berbagai sumber/IJN)