Published On: Kam, Apr 12th, 2018

Forwami Gelar FGD ‘Membedah Peran CFS Center dalam Menurunkan Biaya Logistik di Pelabuhan’

Share This
Tags
(foto:Ist)

(foto:Ist)

JAKARTA  IJN.CO.ID РSebagai operator pelabuhan yang merupakan mata rantai industri logistik, PT Pelabuhan Indonesia Ii (Persero)/IPC terus berupaya agar pelayanan terhadap pengguna jasa semakin meningkat sejalan dengan visi World Class Port.
Langkah ke arah itu tengah dilakukan IPC melalui pengaplikasian digital port di masing-masing cabang pelabuhan dan anak perusahaan melalui berbagai sistem aplikasi online.
Demikian dikatakan Direktur SDM dan Hukum IPC Rizal Ariansyah, dalam sambutannya pada Forum Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) dengan topik “Membedah Peran CFS Center dalam Menurunkan Biaya Logistik di Pelabuhan” di Sunlake Hotel Jakarta, Rabu (11/4/2018).
Dia menjelaskan, seluruh sistem berbasis online ini terhubung dengan sistem layanan tunggal berbasis internet atau Inaportnet dan terintegrasi dengan sistem INSW (Indonesia National Single Window).
Selain untuk efisiensi, implementasi sistem online juga diharapkan dapat mengurangi pertemuan antara pengguna dan penyedia jasa.
Dalam pelayanan bongkar muat, lanjut Rizal, IPC juga telah memberlakukan sistem Delivery Order (DO) Online yang membuat pengurusan dokumen hanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam.
“Saat ini IPC juga terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan stakeholders dalam bentuk pengoperasian pelabuhan selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu,” ujarnya.
Rizal memastikan semua terminal di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok mampu memberikan layanan terbaik, murah, cepat dan efisien kepada pengguna jasa,.
Upaya lain yang dilakukan IPC, lanjut Rizal, adalah pengoperasian CFS Center yang diharapkan mampu mendorong penurunan ongkos logistik di pelabuhan.
Pembangunan fasilitas CFS Center ini merupakan bagian tak terpisahkan dari langkah-langkah IPC mewujudkan digital port.
Dia memahami keberadaan fasilitas CFS Center masih belum tersosialisasi dengan baik kepada para mitra maupun pengguna jasa.
“Karena itu kami berharap, FGD ini yang khusus membahas tentang CFS Center mampu menghasilkan kesepahaman bersama dengan para pelaku usaha/asosiasi logistik tentang pentingnya kerja sama yang sinergis untuk menurunkan biaya logistik di pelabuhan,” kata Rizal.
Dia juga menyampaikan, manajemen IPC mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan terlibat secara aktif dalam penyelenggaraan kegiatan FGD tersebut.
Bagi IPC, tutur Rizal, kegiatan semacam ini merupakan dukungan nyata terhadap upaya manajemen melakukan transparansi informasi sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing industri logistik nasional. (Rls/fidel)