Published On: Sel, Feb 13th, 2018

Pemkot Jakbar Berikan Bimbingan Tentang Program Kampung Iklim

Share This
Tags
(foto:johan/IJN)

(foto:johan/IJN)

JAKARTA,IJN.CO.ID – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat akan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) tentang pengisian data Program Kampung Iklim (Proklim).

Rencananya, bimtek akan digelar selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 13 -14 Februari 2018, di ruang rapat Soewiryo No 2, gedung blok B lantai 16 kantor Walikota Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan No 2.

Untuk hari pertama, bimtek diikuti perwakilan dari Kecamatan Kalideres, Cengkareng, Kembangan dan Kebon Jeruk. Hari kedua, Kecamatan Grogol Petamburan, Palmerah, Tamansari dan Tambora.

Bimtek ini sebagai tindak lanjut atas Instruksi Walikota Jakarta Barat No 7 tahun 2018 tentang Pembinaan dan Pendampingan lokasi Program Kampung Iklim.

Walikota Jakarta Barat H.M Anas Efendi juga menginstruksikan para camat, lurah dan seluruh instansi terkait untuk mengoordinasikan lokasi Proklim skala rukun warga (RW) mewakili kelurahan untuk diusulkan ke tingkat Provinsi DKI Jakarta dan pusat.

Mereka juga diminta mendukung serta menggerakan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan komponen utama Proklim, meliputi adaptasi dan kelembagaan. Serta melakukan pembinaan dan pendampingan bagi lokasi lokasi Proklim skala RW,” ujar Walikota, Senin (12/8).

Pembinaan dan pendampingan yang dimaksud adalah, budidaya pertanian rendah emisi gas rumah kaca (GRK) dan peningkatan tutupan vegetasi, pengelolaan dan pemanfaatan sampah/limbah.

Pengendalian penyakit terkait iklim, peningkatakan ketahanan pangan dan urban farming dan peningkatan ketahanan energi serta penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi.

Berdasarkan data usulan lokasi Proklim yang telah tercatat saat ini dari 56 kelurahan dan delapan kecamatan di Jakarta Barat, jumlah Proklim skala RW mencapai 85 lokasi.

“Jadi, ada 85 lokasi Proklim se Jakarta Barat yang kita lakukan pembinaan,” ujar Kasudis Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, Edy Mulyanto.

Dikatakan, di tiap lokasi Proklim ada bank sampah unit (BSU). “Ini salah satu fokus kita. Jadi, setiap Proklim harus ada bank sampahnya, sesuai keinginan Walikota Jakarta Barat,” ujarnya.

Diungkapkan, hingga kini diwilayah Jakarta Barat telah terbentuk sekitar 475 BSU. Targetnya, 586 BSU sesuai jumlah RW di Jakarta Barat. (Johan)