Published On: Jum, Feb 9th, 2018

Menipu ‘Pria Hidung Belang’ Rp50 Juta/Minggu dari Balik Penjara

Share This
Tags
(foto:johan/IJN)

(foto:johan/IJN)

JAKARTA,IJN.CO.ID – Sejumlah pria hidung belang yang memesan layanan seks melalui media sosial tertipu oleh aksi 3 narapidana kasus narkoba yang dilakukan dari balik penjara. Dari aksinya itu, mereka berhasil mengantongi uang hingga Rp 50 juta per minggu.

Tiga narapidana narkoba itu masing masing berinitial MBS (28 th), NF (29 th), dan seorang wanita TH (30 th), serta pria pengangguran AK (31 th). Akhirnya mereka diringkus setelah polisi berhasil mengantongi nomor rekening pelaku.

Modusnya, mereka membuat instagram palsu dengan foto wanita cantik dan berpura-pura sebagai pelacur kelas atas. Aksi ini kemudian terbongkar, setelah Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Kasubnit Siber, IPTU Dimitri Mahendra menyelidiki dan menelusuri rekening pelaku.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan kejadian ini bermula ketika pihaknya mendapatkan laporan dari manajeman salah satu diskotek di kawasan Jakarta Barat.

Kala itu, mereka kecewa dengan sejumlah pria yang merasa dibohongi oleh para pelaku yang mencatut nama diskotek itu. “Korbannya mengadu ke manajeman diskotek. Kemudian kami menelusuri dan mendapatkan ini dikendalikan oleh orang lain,” kata Edy, Kamis (8/2/2018) sore.

Setelah melakukan transaksi dan perkenalan. Satu rekening berhasil dikantongi. Kemudian Penelusuran dilakukan akhirnya mendapatkan dua napi MBS dan NK yang merupakan otak dari kasus ini.

Keduanya berpura pura sebagai wanita, menawarkan jasa hubungan seks dengan tarif Rp 3 juta sekali kencan. Korban terpedaya dan mentransfer uang sebesar Rp 1,5 juta sebagai DP.

Dari keterangan MBS dan NK itu, polisi kemudian menciduk seorang pelakuk lainnya yakni TH. Narapidana narkoba ini kemudian diamankan karena merupakan bagian dari jaringan ini.

“Berbeda dengan jaringa MBS dan NK, TH ini mengincar para wanita. Ia berpura pura sebagai lelaki sebelum memperdaya korbannya,” jelas Edy.

Sementara itu, Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Purnama Oktora kepada wartawan menjelaskan aksi pemeriksaan sementara 2 napi pria ini telah menjalankan kejahatannya selama 6 bulan terakhir. Sedang Th diketahui telah menjalankan aksi ini selama 2 bulan.

Dalam menjalankan aksinya ketiga napi ini mematok harga sekitar Rp 3-4 juta untuk sekali kencan. Pembayaran diminta untuk melakukan down payment (DP) sebelum akhirnya bertemu.

“Disinilah banyak korban yang terpedaya, mereka langsung membayar tanpa sadar,” kata arif yang menjelaskan foto seksi di dua akun itu palsu. (Johan)