Published On: Sel, Jan 9th, 2018

Motor Bebas Melintas Jl.Thamrin, Tukang Ojek Girang

Share This
Tags
(foto:Ist)

(foto:Ist)

JAKARTA,IJN.CO.ID – Sepeda Motor akan kembali menjajal Jalan MH Thamrin, Jakarta, setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta yang melarang sepeda motor melintasi jalan itu.

Kepolisian menyatakan keputusan tersebut berpotensi membuat salah satu jalan protokol di ibukota itu kembali macet parah.

“Iya, demikian, kembali lagi (macet dan polusi),” ungkap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, Selasa (09/01).

Halim menuturkan bahwa pelarangan sepeda motor melintas Jalan M.H. Thamrin, yang mulai diterapkan pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama 2014 silam, telah banyak mengubah cara pikir masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

“Pelarangan (sepeda motor) juga membuat angka kecelakaan berkurang di wilayah tersebut. Sangat signifikan… Polusi udara juga berkurang karena masyarakat menggunakan Transjakarta yang berbahan bakar gas….”

Dalam keputusan MA yang diunggah di situsnya, tertulis bahwa putusan bernomor 57 P/HUM/2017 itu diterbitkan pada 21 November 2017.

Putusan diambil atas permohonan dua orang bernama Yuliansah Hamid dan Diki Iskandar, yang menggugat Pergub DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor, dan undang-undang lain yang berkaitan.

Pada salah satu poin di putusan tersebut yang berjudul “Pendapat Mahkamah Agung”, ditulis bahwa “untuk melakukan pembatasan lalu lintas sepeda motor, dipersyaratkan terlebih dahulu tersedianya jaringan dan pelayanan angkutan umum dalam trayek yang memenuhi standar”.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun menyambut positif keputusan itu. “MA memutuskan ya pasti ditaati dong. Sesegera mungkin,” kata Anies di Banten, Senin (08/01).

Keputusan tersebut disambut baik para pengendara sepeda motor.Seorang tukang ojek, Iin Junaidi, menyebut dengan dibukanya Jalan M. Thamrin bagi sepeda motor, maka durasi perjalanan menjadi singkat. “Misalnya dari Grand Indonesia (Bundaran HI), kalau ke Istana Negara lewat Thamrin cuma 10 menit. Tapi kalau ditutup, muter, jadi jauh, sekitar 25 menit.”

“Iya, benar,” kata pengemudi ojek bernama Jasim yang setuju dengan temannya. “Lebih cepat kita ngantar penumpangnya, lebih banyak pemasukan.”

Aturan larangan sepeda motor melintas di Thamrin, dibuat oleh Basuki Tjahaja Purnama saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, 2014 lalu. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan, polusi dan angka kecelakaan.

Meskipun disebut sebagai penyebab macet di jalan-jalan protokol, pengemudi ojek Iin bersikukuh, bukan sepeda motor yang menyebabkan kemacetan di Thamrin, tetapi mobil.

“Sepeda motor itu cuma bikin semrawut doang. Yang bikin macet itu mobil. Buktinya di tol. Tol kan gak ada motor, tapi macet juga. Apa ngaruh juga itu sepeda motor?” tuturnya.

Dia malah mengeluhkan, dengan mencari jalan alternatif yang lebih kecil, kemacetan pun berpindah ke tempat lain.

“Bawa motor itu lebih terasa macetnya daripada mobil, Mas… Kalau di mobil kan adem. Kalau motor kan panas-panasan.” (*/jef)