Published On: Sel, Jan 2nd, 2018

Merokok Saat Ibu Hamil : Gangguan Perkembangan Otak Anak

Share This
Tags
ilustrasi (foto;Ist)

ilustrasi (foto;Ist)

IJN.CO.ID – Anak-anak yang lahir dari para ibu yang merokok selama kehamilan, terutama para perokok berat, menghadapi peningkatan risiko menderita ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder), menurut kajian studi terbaru seperti dilaporkan Reuters.

ADHD adalah gangguan pada perkembangan otak anak, yang menyebabkan anak hiperaktif dan kesulitan memusatkan perhatian.

Para ibu yang merokok pada saat kehamilan memiliki risiko 60 persen lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan ADHD, dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Untuk para perempuan yang merokok kurang dari 10 rokok per hari, risiko untuk memiliki anak dengan kondisi ADHD adalah 54 persen dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok. Bagi para ibu yang perokok berat, risiko meningkat menjadi 75 persen dibanding non perokok.

Peningkatan risiko ADHD pada anak-anak dari perempuan yang merokok saat kehamilan sebenarnya telah dilaporkan sebelumnya. Yang baru dari studi ini, menurut penulis, data dikumpulkan dari berbagai studi di berbagai negara dan periode waktu. Selain itu, risiko ADHD juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah rokok yang dikonsumsi.

Temuan-temuan ini “makin menguatkan menguatkan dan memberikan kredibilitas dan kekuatan statistik kepada studi-studi sebelumnya, yang juga menunjukkan perempuan perokok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk melahirkan anak dengan kondisi ADHD,” kata Dr. Andrew Adesman, kepala perkembangan dan perilaku anak dari Steven and Alexandra Cohen Children’s Medical Center of New York di New Hyde Park.

Adesman, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan kepada Reuters Health melalui telepon bahwan “Studi ini harus ditanggapi serius. Perempuan yang merokok pada saat kehamilan punya satu alasan lagi untuk berhenti.”

Seperti dilaporkan di jurnal Pediatrics, Dr. Dezhi Mu dan rekan-rekannya di West China Second University Hospital di Chengdu, Sichuan, China, menganalisis 20 studi yang diterbitkan antara 1998 dan 2017, yang meneliti peran merokok pada masa kehamilan dan risiko ADHD pada anak. Secara keseluruhan, studi-studi itu melibatkan 3 juta orang di Eropa, Brazil, Jepang, Australia dan Amerika.

Tim peneliti menemukan para ibu perokok di Amerika dan Eropa memiliki risiko yang lebih rendah memiliki anak dengan kondisi ADHD, karena biasanya di negara-negara tersebut para perokok biasanya langsung berhenti merokok ketika mereka hamil.

“Ini akan menjadi lompatan besar, namun bila anda adalah seorang perokok sebelumnya dan berhenti pada masa kehamilan, risiko ADHD juga menurun,” Dr. Jeffrey Newcorn, direktur pada The Center of Excellence in ADHD and Related Disorders, di Icahn School of Medicine at Mount Sinai mengatakan kepada Reutes Health via telepon.Demikian VOA. (IJN)