Published On: Kam, Des 7th, 2017

Gubernur DKI Jakarta Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tingkat DKI

Share This
Tags
(foto:johan/IJN)

(foto:johan/IJN)

JAKARTA,IJN.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat DKI Jakarta Tahun 2017, di Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih, Jalan Peta Utara No 29 A Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (6/12). 

Peringatan HDI ini ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pemberian sejumlah bantuan, seperti kursi roda, e-KTP dan lainnya. Kedatangan Gubernur DKI Jakarta disambut meriah warga binaan Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih yang menampilkan berbagai pentas seni dan budaya.
Dalam kesempatan itu hadir pula Walikota Jakarta Barat H.M Anas Efendi beserta jajarannya, sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah aparat wilayah setempat. 

Dalam sambutannya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap bantuan yang selama ini diberikan instansi pemerintah termasuk swasta bisa terus dilanjutkan. Ia menyampaikan terima kasih kepada perusahaan yang telah melakukan kegiatan sosial termasuk berbagai organisasi dan klub yang secara langsung terlibat dalam penanganan penyandang disabilitas.
 “Kita ingin masalah kesejahteraan bisa menjadi kesempatan bagi semua untuk berkarya termasuk dunia usaha,” ujarnya. 

Gubernur DKI Jakarta juga mengapresiasi seluruh jajaran Dinas Sosial DKI Jakarta yang telah bekerja mengurus para penyandang disabilitas. Mereka yang merawat para penyandang disabilitas bekerja sepenuh hati. Mengurusi dengan keikhlasan, karena ikatan profesional dan emosional terbangun, katanya.

Ia pun mengajak seluruh pihak memberikan kesempatan yang sama dimulai dari kesadaran. “Bukan sekadar belas kasihan atau pemberian yang dibutuhkan para penyandang. Tapi perlakuan setara dalam semua urusan. Artinya kesempatan bekerja dan berkarya yang harus didorong. Insya Allah, Jakarta bukan saja kota layak anak, tapi mudah mudahan layak bagi penyandang disabilitas,” ujar Anies Baswedan.. 

Selanjutnya dikatakan, selain sarana dan prasarana bisa memfasilitasi, warga Jakarta juga peduli kepada para penyandang disabilitas. Karena kepedulian warga sangat diperlukan. Kesadaran untuk merespon secara positif setiap menemui saudara kita yang memiliki ability berbeda.. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta juga menyinggung penggunaan nama disabilitas pada peringatan HDI. Menurutnya, penggunaan difable atau diferent ability artinya lebih memiliki kemampuan ketimbang disabilitas. Berbeda tapi mampu dilakukan orang itu. 

“Saya bila mendengar kata penyandang disabilitas, sepertinya kurang sreg. Rasanya kayak orang kesel, tapi penamaan itu telah resmi secara undang undang juga telah memakai nama penyandang disabilitas, ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial DKI, Masrokhan, mengatakan peringatan HDI digelar dalam upaya mengembangkan wawasan kepada seluruh masyarakat terkait persoalan disabilitas dan meningkatkan dukungan terhadap mereka. 
Dikatatkan, berdasarkan data dari Dukcapil DKI, jumlah penduduk Jakarta sekitar 10 juta jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 14.131 jiwa atau 0,14 persen merupakan disabilitas. Untuk enam panti yang ada di DKI Jakarta, penyandang disabilitas jumlahnya sekitar 3.094 jiwa. (Johan)