Published On: Rab, Sep 13th, 2017

Gubernur DKI Tinjau Pembangunan Loksem san Mesjid

Share This
Tags
(foto:johan/IJN)

(foto:johan/IJN)

JAKARTA,IJN.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Selasa (12/9) meninjau pembangunan lokasi sementara (Loksem) untuk pedagang kawasan Kota Tua, di Jalan Cengkeh Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari dan Masjid Jami Al Mubarokah Kelurahan Angke Kecamatan Tambora Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta didampingi Wakil Walikota Jakarta Barat M Zen dan sejumlah pejabat.meninjau Loksem di Jalan Cengkeh Kecamatan Tamansari untuk mengecek kesiapan Lenggang Jakarta di Jalan Cengkeh. Agar suasana lebih teduh dan asri, Gubernur meminta di sekitar Lenggang Jakarta di Jalan Cengkeh ini ditanami pohon besar.
“Biar nggak gersang, saya minta ditanami pohon yang besar. Bukan yang tinggi dan kurus seperti pohon ini,” imbuhnya.
Dalama kesempatan itu ia juga meninjau beberapa contoh lapak dan melihat musholla yang dibangun di areal Loksem Jalan Cengkeh. “Saya lihat mushollahnya juga sudah bagus. Tinggal pasang karpet-karpet saja,” ujarnya. Rencananya, kawasan tersebut akan diresmikan presiden pada 5 Oktober 2017 mendatang.
Selanjutnya dikatakan, Lenggang Jakarta akan terintegrasi dengan Kawasan Kota Tua seperti Museum Fatahillah dan tempat tempat bersejarah lainnya. Untuk itu penataan lingkungan juga perlu dijaga. “Biar rapih, itu pemilik toko yang di belakang disuruh dicat warna putih,” katanya.
Sebagian besar bangunan Lenggang Jakarta di Jalan Cengkeh ini sudah hampir rampung. Rencananya, lokasi tersebut akan ditempati sekitar 456 pedagang. Lokasi ini dilengkapi panggung hiburan untuk mempromosikan kawasan ini. Bisa diisi oleh band-band atau acara seni lainnya, ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI datang langsung meninjau tiap sudut masjid. Ia juga sempat berbincang bincang dengan sejumlah pejabat, aparat wilayah dan tukang bangunan.  Dijelaskan, pembangunan masjid yang dulu berada di areal Kalijodo itu merupakan pembuktian atas janji Pemprov DKI saat penertiban kawasan terserbut. Kini, Masjid Jami Al Mubarokah dibangun di seberang ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Kalijodo.
Diungkapkan, dibanding sebelumnya, masjid yang saat ini dibangun lebih luas. “Dulu masjid ini ukurannya nggak sampai 150 meter persegi. Sekarang dipindahkan ke sebrang dengan luas sekitar 500 meter persegi,” ujarnya. Dikatakan, pembangunan masjid ini akan dilengkapi dengan jembatan penyebrangan orang (JPO) sebagai akses pengunjung RPTRA dan RTH Kalijodo.
Menurutnya, di lokasi pembangunan masjid ini juga dikeluhkan warga, mereka khawatir terjadi kecelakaan lalu lintas saat menyeberang dari RTH dan RPTRA Kalijodo. “Karena itu, pembuatan JPO sudah masuk dalam anggaran 2018,” ujarnya. (Johan)