Published On: Sel, Sep 12th, 2017

Halimah Yacob Presiden Perempuan Pertama di ‘Negeri Kepala Singa’

Share This
Tags

1aaaaa

IJN.CO.ID – Memang diluardugaan, tapi itulah yang terjadi di Singapura yang kental dengan sebutan Negeri Kepala Singa. Seorang perempuan dari etnis Melayu dan juga mantan Ketua Parlemen Singapura, Halimah Yacob kini menjadi Presiden Singapura. Ia menjadi presiden perempuan pertama untuk Negeri Singa tersebut.

“Saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani rakyat Singapura,” kata Halimah, dikutip dari Channel News Asia, Selasa 12 September 2017.

“Semangat dan komitmen saya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama, saya tetap berkomitmen penuh melayani rakyat Singapura dan negeri ini,” lanjut dia.

Ia menambahkan, dirinya kini sedang mempersiapkan untuk pengukuhan Presiden, besok, Rabu 13 September 2017.

“Saya ingin mendorong warga Singapura untuk bekerja sama dengan saya sehingga kita bisa membangun Singapura lebih kuat lagi,” tutur dia.

Perempuan keturunan Melayu ini berkecimpung di dunia politik atas desakan dari mantan Perdana Menteri Goh Chok Tong pada 2001 silam.

Karirnya terus menanjak ketika ia ditunjuk menjadi Menteri Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga pada 2011.

Setelah itu, ia juga menjadi Ketua Parlemen perempuan pertama di Singapura dan sekarang ia menjadi Presiden perempuan pertama di Singapura.

Wanita berusia 63 tahun itu menjadi satu-satunya dari tiga calon presiden yang menerima sertifikat tersebut. Berarti pemilihan presiden yang diperuntukkan bagi kandidat dari komunitas Melayu tercapai lewat sebuah kemenangan yang mudah.

Mantan anggota serikat dan Ketua Parlemen tersebut ditetapkan sebagai presiden perempuan pertama di Singapura. Pada Rabu 13 September, dia akan hadir di gedung Majelis Rakyat di King George’s Avenue untuk mengajukan akte pencalonannya.

Dilansir Straits Times, Selasa 12 September 2017, jika disepakati, Komite kembali akan mengumumkan dia menjadi presiden terpilih, dan Yacob memulai masa jabatannya pada Kamis.

 

Karir Halimah Yacob: 

23 Agustus 1954 – Dia lahir di rumah keluarganya di Queen Street, anak bungsu dari lima bersaudara.

1962 – Ayahnya, seorang centeng, meninggal saat Halimah berusia delapan tahun. Ibunya menjual nasi padang dari sebuah gerobak dorong ke arah Shenton Way sebelum membeli sebuah warung jajanan. Dia membantu di kios ibunya, membersihkan, mencuci, membersihkan meja, dan melayani pelanggan.

Akhir 1960-an – Dia belajar di Singapore Chinese Girls School, dan merupakan salah satu dari sedikit murid Melayu di sana.

1970 – Dia kemudian menjadi siswa di Tanjong Katong Girls School dan mahasiswi University of Singapore di mana dia lulus dengan gelar sarjana hukum.

1978 – Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai petugas hukum. Dia menghabiskan lebih dari 30 tahun di sana dan akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal.

1980 – Dia menikahi kekasihnya semasa kuliah, Mohamed Abdullah Alhabshee, seorang pengusaha. Mereka memiliki lima anak yang kini berusia antara 26 sampai 35 tahun.

2001 – Dia masuk politik atas desakan perdana menteri Goh Chok Tong yang telah bersaing dan memenang empat pemilihan umum sejak itu. Dia merebut kursi di Jurong GRC dan Marsiling-Yew Tee GRC.

2011 – Dia menjadi Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda, dan Olahraga.

2013 – Dia ditunjuk sebagai ketua parlemen perempuan pertama di Singapura.

11 September 2015 – Ibunya, berusia 90, meninggal pada Hari Pemungutan Suara Pemilu 2015. Ibunya sangat dekat dengan Halimah dan dia menggambarkan kehilangannya sebagai “saat paling menyedihkan dalam hidupku”.

11 September 2017 – Dia ditetapkan menjadi Presiden perempuan pertama Singapura setelah menjadi satu-satunya calon presiden yang menerima Sertifikat Kelayakan.Demikian situs Metrotvnews. (IJN)