Published On: Jum, Apr 21st, 2017

Mampukah Anis-Sandi Menyatukan Warga Jakarta ?

Share This
Tags
Anies Baswedan Bertemu Rizieq (foto:Ist)

Anies Baswedan Bertemu Rizieq (foto:Ist)

JAKARTA,IJN.CO.ID -Pertanyaan tersebut menjadi tantangan kemenangan pasangan Anies-Sandi terhadap keberagaman di Jakarta.

Wakil ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos mengkhawatirkan sentimen SARA yang besar di pilkada DKI Jakarta justru akan semakin meluas pada pilpres 2019 nanti, termasuk lewat penggunaan kartu agama dan intoleransi.

“Saya masih mempertanyakan apakah Anies-Sandiaga mampu mengambil jarak dengan kelompok ekstrem, karena bagaimanapun mereka berutangbudi. Kelompok-kelompok ini akan merasa percaya diri dan bargaining position semakin kuat, dan (Anies-Sandiaga) harus memperhitungkan dan mengakomodasi tuntutan mereka. Tidak gampang juga dibilang setelah pilkada akan back to normal,” kata Bonar.

Bonar memprediksi bahwa tak lama setelah Anies-Sandiaga menjadi gubernur definitif, akan muncul tuntutan dari kelompok ekstrem soal pelarangan alkohol atau tempat hiburan. Padahal gaya hidup metropolitan, terutama tempat hiburan di Jakarta yang multikultural, menjadi motor ekonomi.

“Kita lihat apakah Anies-Sandi mampu menghadapi tuntutan seperti itu, harus mencari jalan tengah antara tuntutan kelompok ekstrem dengan kehidupan Jakarta yang multikultural, modern, metropolitan,” kata Bonar

Kekhawatiran Bonar Tigor akan keragaman di Jakarta juga dirasakan beberapa orang warga yang ditemui oleh BBC Indonesia.

“Saya sebagai minoritas, takut kalau kelompok minoritas bukan tertindas tapi terintimidasi oleh yang mayoritas,” kata Abraham Mahan, seorang mahasiswa. Selain itu, dia berharap, “Kinerja (PNS) harus sesuai dengan (saat bekerja di bawah) Bapak Basuki, jangan sampai kendor.”

Warga lain, Karen Jessica, juga merasa khawatir dengan terpilihnya gubernur baru.

“Kalau mau jujur ada kekhawatiran, ya sebagai masyarakat harus bisa menerima. Isunya SARA, karena dengan begini mayoritas menang, namun sebagai minoritas merasa, bukan pada pemimpinnya, tapi di belakangnya siapa.”

Anies Baswedan sendiri saat menyampaikan pidato kemenangannya menegaskan bahwa agenda utama dan pertama kepemimpinannya adalah menyatukan Jakarta.

“Jakarta tetap milik semua, Anies dan Sandi bukan hanya mengabdi pada sekelompok orang, bukan hanya mengabdi pada pemilihnya tapi mengabdi kepada seluruh warga Jakarta.”

Dan Rabu (19/04) malam, Anies melakukan sujud syukur merayakan kemenangan bersama Ketua FPI, Rizieq Syihab, dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, politisi senior Gerindra, Fadli Zon, serta Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Bachtiar Nasir.Demikian dilansir dari situs BBC. (IJN)